Samarinda

Ribuan Massa akan Turun 21 April, Polisi Siaga di Dua Titik Utama

Teks: Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar Saat Wawancara Bersama Awak Media, Senin,13/4/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Aparat kepolisian mulai menyiapkan pengamanan menghadapi rencana aksi demonstrasi besar-besaran pada 21 April 2026 di Kota Samarinda.

Aksi yang disebut akan diikuti ribuan massa itu dipusatkan di dua titik strategis, yakni Kantor DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) di Karang Paci dan Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar membenarkan pihaknya telah memonitor rencana aksi tersebut, demonstrasi akan dilakukan oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim bersama sejumlah organisasi kepemudaan dan lembaga swadaya masyarakat.

“Untuk demo di tanggal 21 kami sudah monitor kegiatan tersebut. Nanti ada aliansi perjuangan masyarakat Kaltim yang akan melakukan aksi unjuk rasa di dua tempat, yaitu di Kantor DPRD dan juga Kantor Gubernur Kaltim,” ujarnya, Minggu 12 April 2026.

Ia menegaskan pengamanan akan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam menjamin hak menyampaikan pendapat di muka umum, sekaligus memastikan situasi keamanan tetap terkendali.

“Sebagaimana sudah menjadi tugas dan kewajiban kami dari jajaran kepolisian, nanti kami akan melakukan pengamanan untuk memastikan kegiatan tersebut berlangsung dengan aman, tenteram, tertib, dan kondusif,” katanya.

Rencana aksi ini muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap sejumlah kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim. Massa disebut akan membawa tuntutan terkait dugaan nepotisme, kebijakan anggaran di masa efisiensi, hingga isu tata kelola pemerintahan yang dinilai perlu dibenahi.

Meski begitu, Hendri menekankan bahwa polisi tidak mempersoalkan substansi aspirasi masyarakat selama disampaikan sesuai koridor hukum dan tidak menimbulkan gangguan ketertiban umum.

“Kami dari pihak kepolisian senantiasa mengimbau kepada warga masyarakat Kota Samarinda, kita tetap menjaga kondusivitas kamtibmas. Kita merupakan warga negara Indonesia yang tentu memiliki intelektual yang baik,” ucapnya.

“Jadi kita tahu cara menyampaikan pendapat di muka umum itu harus dengan cara-cara yang baik,” sambungnya.

Kapolresta juga menyebut pihak penyelenggara aksi telah berkomitmen menjaga unjuk rasa berjalan damai. Namun aparat tetap menyiapkan langkah antisipatif karena jumlah peserta diperkirakan besar dan situasi lapangan dapat berubah sewaktu-waktu.

“Kami lihat juga dari aliansi menyampaikan bahwa mereka tetap nanti akan melakukan aksi tersebut dan akan berusaha semaksimal mungkin agar proses aksi demokrasi ini berjalan dengan aman dan kondusif,” katanya.

Terkait jumlah massa, polisi belum menetapkan angka pasti. Namun estimasi sementara menyebut lebih dari 4.000 orang berpotensi hadir dalam aksi tersebut. Karena itu, pemetaan personel dan kebutuhan pengamanan masih terus dihitung.

“Nanti kita akan lihat karena ini masih sekitar delapan hari lagi. Masih ada kemungkinan bertambah ataupun berkurang jumlah massa yang akan hadir,” jelas Hendri.

Jika peserta membeludak, Polresta Samarinda membuka kemungkinan meminta dukungan personel dari Polda Kaltim, khususnya satuan pengendalian massa.

“Kalau massanya banyak atau hadir dalam jumlah cukup besar, mau tidak mau kita akan libatkan dan minta bantuan pengamanan dari Polda Kaltim,” tegasnya.

Related posts

Mahayana Hadirkan Warna Baru Tempat Nongkrong di Samarinda

Ellysa Fitri

DP2PA Luncurkan Aplikasi SOPPA: Pelaporan Kekerasan Perempuan dan Anak Kini Cukup Lewat Gawai

Sukri

Lurah Sempaja Timur Sebut Kolam Retensi Bengkuring Efektif Pangkas Durasi Genangan Air

Sukri