Politik

Jelang Porprov, Percasi Kaltim Fokus Pembinaan dan Regenerasi Atlet Catur

Teks: Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Ahmad Reza Pahlevi Saat Ditemui Di Kantor DPRD Kaltim, Selasa,7/4/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kaltim mulai mematangkan persiapan, khususnya dalam aspek pembinaan dan regenerasi atlet.

Ketua Pengprov Percasi Kaltim Akhmed Reza Fachlevi menyebut pihaknya telah menyusun sejumlah program untuk mendukung kesiapan atlet, baik pada tahap pra-porprov maupun saat pelaksanaan nanti.

“Sebagai pengprov, kami sudah membuat beberapa program untuk persiapan pra Porprov dan pelaksanaan. Secara teknis, penyelenggaraan juga sudah kami siapkan, mulai dari wasit hingga perangkat pertandingan lainnya,” ujarnya, Selasa 7 April 2026.

Porprov bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari proses pencarian atlet potensial untuk diproyeksikan ke level yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Tujuan Porprov ini bagaimana kita bisa mencari atlet-atlet yang memang bisa bersaing ke event selanjutnya, yaitu PON,” katanya.

Namun, ia mengakui tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah masih minimnya pengalaman bertanding atlet catur Kaltim di tingkat nasional.

“Regenerasi itu ada, tapi jam terbang mereka masih sangat minim. Ini yang harus kita dorong bersama,” jelasnya.

Kondisi tersebut juga berdampak pada kekuatan tim, di mana saat ini Kaltim masih lebih mengandalkan atlet putri dibandingkan putra.

“Kita masih berharap dari atlet wanita. Untuk atlet pria masih dalam tahap pengembangan, baik dari sisi teknik maupun strategi,” ujarnya.

Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah turut menjadi perhatian dalam proses pembinaan atlet. Ia menilai dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan olahraga sangat dibutuhkan agar pembinaan berjalan optimal.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan dari KONI dan pemerintah daerah, mulai dari pembinaan prestasi, training camp, hingga kesejahteraan atlet, pelatih, dan wasit,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga konsistensi program di tingkat kabupaten/kota.

“Yang memiliki atlet itu pengcab di daerah, jadi pembinaan di sana juga harus diperhatikan. Semua cabang olahraga perlu diberi ruang yang sama,” katanya.

Terkait lokasi pertandingan catur pada Porprov mendatang, Reza menyebut hingga kini masih menunggu keputusan dari panitia dan KONI.

“Kita masih menunggu. Kalau ditetapkan di Paser, kita siap di Paser. Kalau di daerah lain, kita juga siap mengikuti,” ujarnya.

Ia menambahkan, catur merupakan cabang olahraga yang relatif fleksibel dari sisi penyelenggaraan, sehingga tidak memerlukan fasilitas kompleks.

“Catur ini sebenarnya olahraga yang hemat. Cukup di aula dengan fasilitas yang memadai, pertandingan sudah bisa dilaksanakan,” pungkasnya.

Related posts

Andi Fais Harap Riza Indra Lanjutkan Program Wali Kota Bontang

natmed

Golkar Kaltim Usung 12 Nama untuk Bertarung di Pilkada 2024

Nediawati

KPMD-KT Pertama di Kaltim Untuk Anak Muda Belajar Politik

Febiana