Pendidikan

Seleksi Dibuka, 277 Pelajar Samarinda Bersaing Jadi Pasukan Paskibraka 2026

Teks: Para peserta Yang Akan Mengikuti Seleksi Paskibraka Kota Samarinda 2026 di Halaman Parkir Balai Kota, Sabtu,4/4/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Sebanyak 277 pelajar terbaik dari berbagai SMA, SMK, dan MA se-Kota Samarinda berkumpul untuk mengikuti tahapan seleksi yang dikenal sangat ketat dan kompetitif.

Teks: Ketua Pelaksana Seleksi Paskribraka Kota Samarinda 2026 Neneng Chamelia Santi Saat Memberi Kepada Para Peserta, Sabtu,4/4/26 (Natmed.id/Sukri)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda yang juga Ketua Pelaksana Seleksi Paskibraka Kota Samarinda, Neneng Chamelia Santi dalam laporannya menyebutkan bahwa antusiasme tahun ini sangat luar biasa.

Dari total pendaftar, sebanyak 231 peserta hadir secara fisik pada hari pertama, yang terdiri dari 139 putra dan 92 putri.

Neneng menjelaskan bahwa proses seleksi tahun 2026 ini dirancang untuk mencari sosok yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki kecerdasan intelektual dan mental yang kuat.

Rangkaian seleksi dijadwalkan berlangsung cukup panjang, yakni mulai tanggal 4 hingga 21 April 2026.

“Seleksi ini adalah sebuah perjalanan panjang. Dimulai dari seleksi administrasi, kemudian peserta harus melewati Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU). Setelah itu, mereka akan diuji dalam seleksi kesehatan, parade, seleksi PBB (Peraturan Baris Berbaris), kesamaptaan, hingga tahap akhir yang sangat menentukan, yaitu seleksi kepribadian,” urai Neneng pada penyampaiannya, Sabtu, 4 April 2026.

Dari 277 peserta ini, panitia hanya akan memilih 42 orang terbaik yang akan dikukuhkan sebagai Paskibraka Kota Samarinda.

“Target kami adalah menjaring 42 orang. Dari jumlah tersebut, tiga pasang atau enam orang terbaik akan kami kirim untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Sementara 36 orang lainnya akan bertugas penuh untuk mengibarkan bendera di tingkat Kota Samarinda,” jelasnya.

Ada yang berbeda dalam seleksi tahun ini. Neneng menekankan pentingnya nilai integritas, bahkan secara khusus menghadirkan tim dari Inspektorat untuk memberikan pembekalan kepada para peserta. Menurutnya, seorang Paskibraka adalah cerminan dari kejujuran dan kedisiplinan bangsa.

“Integritas bukan sekadar kata-kata, tapi harus mendarah daging. Ini adalah nilai yang sangat penting untuk kalian bawa sampai kapanpun, di manapun, dan dalam profesi apapun kalian berkarya nantinya. Kami dari panitia berkomitmen penuh untuk menjalankan proses ini secara objektif, transparan, dan akuntabel tanpa ada titipan-titipan tertentu,” tegas Neneng.

Neneng juga memberikan suntikan semangat kepada para peserta. Ia mengingatkan bahwa kesempatan ini adalah momentum langka untuk membanggakan keluarga.

“Bayangkan betapa bangganya orang tua kalian saat melihat anaknya berdiri tegak di lapangan upacara sebagai pengibar bendera pada hari kemerdekaan Republik Indonesia,” tuturnya.

Ia juga menceritakan pengalamannya sendiri saat menjadi bagian dari Pelajar Teladan Nasional yang sempat melihat langsung kedisiplinan Paskibraka di Istana Negara.

“Latihan yang berat ini bukan untuk menyiksa, tapi untuk membentuk pribadi yang tangguh dan memiliki integritas tinggi. Jadi, tunjukkan kemampuan maksimal kalian, jaga kesehatan, dan utamakan keselamatan,” tutup Neneng.

Proses seleksi ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, termasuk personel dari Kodim 0901/Samarinda, Polresta Samarinda, tim medis dari Dinas Kesehatan, serta para senior dari DPPI Kota Samarinda untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar nasional.

Related posts

Rozak Terpilih Sebagai Guru Berprestasi Meski Berada di Sekolah Pinggiran

Nediawati

Tahun 2026, IKIP PGRI Kaltim Gratiskan Biaya Kuliah Tanpa SPP hingga Wisuda

Aminah

Ketum JMSI Akan Berbagi Ilmu Pengelolaan Media di Diklat Jurnalistik Sukri Institut

Aminah