Pendidikan

Pemkot Samarinda Segera Bangun Gedung SMPN 2 yang Terbakar

Teks: Asisten II Setda Kota Samarinda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Marnabas Patiroy Saat Diwawancara Pasca Peninjauan, Kamis,2/4/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Asisten II Setda Kota Samarinda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Marnabas Patiroy menegaskan bahwa proses pembersihan dan perbaikan gedung SMPN 2 akan dilakukan segera agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu dalam waktu lama.

Marnabas menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pengamanan lokasi dan pembersihan puing-puing sisa kebakaran yang dijadwalkan rampung pada akhir pekan ini.

“Hari ini kita tunggu pemeriksaan dari kepolisian untuk mengetahui apa penyebabnya. Setelah itu, Sabtu dan Minggu ini lokasi harus sudah bersih. Kenapa? Karena ini menyangkut anak-anak sekolah,” ujar Marnabas saat meninjau lokasi pada Kamis, 2 April 2026.

Selain pembersihan, Pemkot Samarinda juga akan melakukan audit teknis terhadap kekuatan struktur bangunan yang terdampak, mengingat kerusakan terjadi pada lantai dua gedung sekolah tersebut.

“Strukturnya juga kita minta diperiksa. Karena ini lantai dua, kita harus pastikan bagaimana kondisi dinding, struktur tiang dan sebagainya. Semuanya harus dipastikan aman sebelum digunakan kembali,” tambahnya.

Terkait kekhawatiran terganggunya proses belajar mengajar (KBM), Marnabas memastikan bahwa pihak sekolah telah memiliki skema pengaturan kelas. Kebetulan, saat ini bertepatan dengan jadwal ujian dan libur bagi sebagian siswa.

“Untuk proses belajar mengajar tidak ada masalah. Tadi sempat ditawarkan opsi sewa tempat di luar, tapi kepala sekolah bilang tidak perlu karena mereka bisa mengatur sendiri. Apalagi ini ada kelas 3 yang sedang ujian, dan pertengahan Mei mereka sudah libur, jadi pengaturan lokal bisa dilakukan secara normal,” jelasnya.

Mengenai pembiayaan perbaikan gedung, Marnabas mengungkapkan bahwa Pemkot Samarinda akan mengupayakan penggunaan dana mendesak agar pengerjaan bisa dilakukan tanpa harus menunggu proses anggaran reguler yang memakan waktu lama.

“Kita ada dua opsi pembangunan. Kemarin ada tawaran bantuan dari pusat, tapi karena ini sifatnya mendesak, kita minta supaya dikeluarkan dana mendesak saja untuk segera membangun kembali,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa Rencana Anggaran Biaya (RAB) akan segera disusun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda.

“Senin atau Selasa depan, minimal Disdikbud sudah menyampaikan RAB kepada Bapak Wali Kota. Mudah-mudahan minggu kedua sudah bisa on go untuk perbaikan,” tegasnya.

Marnabas menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD (organisasi perangkat daerah) seperti BPBD, DLH, Satpol PP, dan Disperkim dalam aksi pembersihan massal ini.

Ia mengibaratkan kerja sama ini seperti mengelola hajatan besar agar beban tidak menumpuk di satu pihak.

Marnabas memberikan peringatan keras kepada masyarakat Samarinda terkait bahaya korsleting listrik, yang diduga menjadi penyebab awal kebakaran di SMPN 2.

“Kalau melihat kasat mata, sepertinya ini karena listrik di atas plafon. Ini jadi peringatan buat masyarakat, tolong cek instalasi listriknya. Terutama yang sudah lebih dari 10 tahun, minimal harus ada penggantian kabel agar tetap aman,” pungkasnya.

Related posts

Masih Ada Sekolah Belum Nyaman Belajar, IMJ UB Open Donasi

Phandu

SMA 16 Samarinda Rayakan Hari Guru, Siswa Beri Penghargaan hingga Kejutan Bunga

Aminah

Kelola Sampah yang Benar Dapat Mengurangi Pencemaran Lingkungan

Muhammad