Samarinda, Natmed.id – Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Samarinda.
Andi Harun memaparkan sejumlah capaian krusial, mulai dari efisiensi anggaran hingga peningkatan signifikan indikator kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kota Samarinda mencatatkan kinerja keuangan yang stabil di sepanjang tahun 2025. Wali Kota Andi Harun mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai Rp5,02 triliun atau sekitar 91,01% dari target yang ditetapkan sebesar Rp5,51 triliun.
“Pendapatan daerah tersebut terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) dengan realisasi sebesar Rp1,138 triliun atau 94,62%, bagian pendapatan transfer sebesar Rp3,867 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi 100% sebesar Rp14,23 miliar,” urai Andi Harun, Senin, 30 Maret 2026.
Dari sisi belanja, Pemkot Samarinda mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,8 triliun dengan realisasi mencapai Rp5,22 triliun (90,10%). Belanja tersebut difokuskan pada belanja operasi, belanja modal, dan belanja tidak terduga.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Samarinda turun drastis dari 4,30% pada tahun 2024 menjadi 3,45% pada tahun 2025.
Andi Harun menyebut turunnya angka kemiskinan Kota Samarinda tidak terlepas dari kerja bersama kolaborasi seluruh pihak dengan menerapkan strategi utama, yakni pengurangan beban pengeluaran melalui jaminan sosial dan subsidi, peningkatan pendapatan melalui pelatihan kerja dan pemberdayaan ekonomi atau UMKM. Pemkot Samarinda juga melakukan penghapusan kantong kemiskinan dengan perbaikan infrastruktur dasar.
“Angka pengangguran juga mengalami perbaikan, turun dari 5,75% di tahun 2024 menjadi 5,31% di tahun 2025,” ungkap Andi Harun.
Prestasi membanggakan diraih Samarinda pada sektor pengembangan sumber daya manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Samarinda tahun 2025 mencapai 83,53%, naik dari tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi di wilayah Kalimantan Timur.
“Capaian ini tertinggi di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Timur, melampaui capaian IPM Provinsi Kalimantan Timur dan melampaui capaian IPM Nasional sebesar 79,90%,” jelasnya.
Meski laju pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan dari 8,66% di tahun 2024 menjadi 6,22% di tahun 2025 akibat dinamika geopolitik global dan penurunan sektor konstruksi serta pertambangan, Andi Harun menekankan bahwa angka tersebut masih merupakan yang tertinggi di Kalimantan Timur.
Wali Kota Andi Harun menyampaikan apresiasi kepada DPRD, Forkopimda, dan masyarakat Samarinda atas sinergi yang terjalin, termasuk keberhasilan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-11 kalinya. Namun, ia juga tetap rendah hati mengakui adanya kekurangan dalam masa pemerintahannya.
“Saya, Wali Kota Samarinda dan Wakil Wali Kota beserta jajaran pemerintah Kota Samarinda, menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan. Kami berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan dan memperbaiki kinerja yang belum maksimal. Percayalah, jajaran pemerintah akan bekerja sekuat tenaga untuk membanggakan kota yang kita cintai ini,” pungkasnya.
