Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) kini tengah mematangkan langkah strategis untuk mempertahankan dominasi mereka di kancah olahraga level provinsi.
Fokus utama saat ini tertuju pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan diselenggarakan di Kabupaten Paser pada November 2026 mendatang.
Di tengah berbagai dinamika yang ada, misi besar tetap diusung oleh kontingen Kota Tepian.
Kepala Disporapar Kota Samarinda Muslimin menegaskan bahwa tidak ada tawar-menawar terkait target prestasi dalam ajang bergengsi tersebut.
Keberhasilan pada edisi-edisi sebelumnya menjadi landasan kepercayaan diri bagi seluruh ofisial dan atlet yang terlibat.
“Target kita jelas, Samarinda harus kembali menjadi juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut,” tegas Muslimin.
Namun, perjalanan menuju takhta juara umum ini dipastikan tidak akan mudah. Salah satu tantangan yang cukup krusial adalah adanya penyesuaian anggaran yang terjadi secara nasional.
Muslimin tidak memungkiri bahwa pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat memberikan dampak yang signifikan terhadap alokasi pembiayaan di tingkat daerah, termasuk untuk sektor olahraga.
“Kondisinya memang ada pemotongan anggaran dari pusat, tapi semangat atlet tidak boleh kendor,” ujarnya memberikan motivasi.
Meski APBD sedang mengalami efisiensi, Disporapar Samarinda enggan berpangku tangan. Mereka terus mencari jalan keluar yang kreatif agar program latihan dan pemberangkatan atlet tetap berjalan sesuai rencana.
Muslimin menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menutupi celah finansial yang ada.
“Kami sedang menjajaki berbagai potensi dukungan dari pihak ketiga atau sektor swasta melalui program CSR,” jelasnya.
Skala keberangkatan kontingen Samarinda kali ini memang sangat masif. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah personel yang akan diterjunkan ke Kabupaten Paser mencapai ribuan orang, yang mencakup berbagai cabang olahraga unggulan.
Kebutuhan operasional seperti seragam, konsumsi, dan penginapan pun menjadi perhatian yang sangat serius.
“Bayangkan, kita akan memberangkatkan sekitar 1.600 orang yang terdiri dari atlet dan pelatih,” tambah Muslimin.
Dengan jumlah massa yang sedemikian besar, dukungan teknis menjadi kunci utama kelancaran misi ini.
Disporapar terus menjalin komunikasi intensif dengan KONI Samarinda untuk memastikan setiap detail persiapan, mulai dari seleksi akhir atlet hingga skema transportasi menuju lokasi pertandingan, dapat terealisasi dengan baik.
“Bantuan dari pihak ketiga sangat kami harapkan untuk menutupi celah anggaran yang ada,” harapnya.
Muslimin optimis bahwa keterbatasan dana justru akan menjadi ujian mental bagi para atlet untuk membuktikan kualitas mereka yang sesungguhnya.
Ia yakin bahwa tradisi juara yang sudah melekat pada atlet Samarinda akan menjadi modal berharga saat bertanding di Paser nanti.
“Kami tetap optimis. Segala keterbatasan ini justru harus menjadi motivasi tambahan,” pungkas Muslimin.
