Samarinda, Natmed.id – Sejumlah harga kebutuhan pokok di Kalimantan Timur (Kaltim) diproyeksi mengalami kenaikan menjelang Idulfitri. Meski begitu, pemerintah memastikan kondisi stok masih aman, meski ketergantungan pasokan dari luar daerah masih tinggi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim Heni Purwaningsih mengungkapkan kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas utama seperti daging sapi, cabai dan bawang merah.
“Memang ada beberapa komoditi yang diproyeksi mengalami kenaikan harga. Seperti daging sapi, cabai dan bawang merah itu mengalami kecenderungan naik,” ujarnya, Senin 16 Maret 2026.
Kenaikan tersebut bukan hal baru karena terjadi hampir setiap tahun, terutama menjelang hari besar keagamaan. Faktor utama pemicu adalah tingginya ketergantungan Kaltim terhadap pasokan dari luar daerah.
“Sekitar 70 sampai 80 persen kebutuhan bahan pokok kita masih disuplai dari luar Kaltim. Itu yang menyebabkan kenaikan harga,” katanya.
Untuk pasokan daging sapi, Kaltim masih bergantung pada daerah seperti Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara cabai dipasok dari sejumlah wilayah, termasuk Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.
Meski demikian, pemerintah memastikan tidak ada kendala distribusi yang berdampak pada ketersediaan barang. Stok kebutuhan pokok disebut dalam kondisi aman hingga Idulfitri.
“Secara keseluruhan stok kita aman. Tidak ada kendala distribusi atau hambatan yang memengaruhi ketersediaan,” jelasnya.
Terkait kenaikan harga, Heni memperkirakan angkanya masih dalam batas wajar, berkisar antara 3 hingga 5 persen, meskipun tidak merinci angka pasti per komoditas.
