Samarinda, Natmed.id – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Abdurrahman Amin menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam membangun kualitas masyarakat.
Hal ini disampaikannya dalam agenda silaturahmi dan buka puasa bersama yang dihadiri Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji di Gedung PWI Kaltim, Jalan Biola, Samarinda, Rabu 11 Maret 2026.
Sosok yang akrab disapa Rahman ini memulai dengan memaparkan rekam jejak panjang PWI di Bumi Etam. Sejak berdiri di Kalimantan Timur pada tahun 1976, organisasi ini telah melewati tujuh hingga delapan periode kepemimpinan.
“PWI adalah salah satu organisasi wartawan tertua, berdiri tepat satu tahun setelah Indonesia merdeka. Kehadiran para senior dan mantan ketua di sini membuktikan bahwa PWI memiliki akar sejarah yang kuat di daerah ini,” ujar Rahman di hadapan Wagub Seno Aji dan para tokoh pers Kaltim.
Rahman juga memaparkan data terkini mengenai kekuatan SDM pers di bawah naungan PWI Kaltim. Tercatat ada 821 anggota yang tersebar di 10 kabupaten/kota, dengan 280 orang di antaranya merupakan anggota biasa yang telah mengantongi sertifikasi kompetensi.
Namun, di balik besarnya jumlah anggota, Rahman juga memberikan catatan jujur mengenai kondisi rumah para wartawan tersebut. Gedung PWI Kaltim yang diresmikan oleh Gubernur M. Ardans pada tahun 1995 itu diakuinya nyaris belum pernah mendapatkan perbaikan signifikan selama puluhan tahun.
“Gedung ini milik pemerintah provinsi. Kami terus berupaya melakukan peremajaan secara mandiri tanpa membebani APBD, namun tentu kapasitas kami terbatas. Bangunan ini memiliki nilai sejarah, dan kami berharap ada perhatian lebih agar fasilitas operasional wartawan bisa lebih layak,” tambahnya.
Sektor olahraga juga menjadi sorotan dalam laporan Rahman. Setelah sukses menyelenggarakan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwarda) di Bontang pada 2025 lalu, PWI Kaltim kini menatap Kota Balikpapan sebagai tuan rumah Porwarda 2026.
Ajang ini merupakan pemanasan menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Provinsi Lampung. Mengingat jarak tempuh yang cukup jauh, Rahman menitipkan harapan agar pemerintah daerah dapat memahami kebutuhan operasional para pewarta yang akan membawa nama harum Kalimantan Timur di kancah nasional.
Satu poin paling krusial dalam sambutan tersebut adalah analisis Rahman mengenai kondisi industri media saat ini. Ia menyebut pers sedang menghadapi ujian berat yang datang bertubi-tubi.
“Pers kita mendapatkan hantaman bertubi-tubi. Pertama, digitalisasi yang menggeser media cetak. Kedua, media sosial yang menggerus audiens. Ketiga, masa Covid-19 yang sangat memukul operasional. Dan mungkin hantaman keempat adalah soal keberlangsungan ekonomi media yang kami harap bisa terjawab melalui dukungan kebijakan pemerintah,” jelasnya
Ia menutup sambutan dengan menekankan bahwa pers tidak bisa berjalan sendiri tanpa kehadiran negara.
“Jika edukasi yang kami berikan baik, maka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat Kaltim juga akan meningkat. Ini adalah indikator penting bagi keberhasilan pembangunan di Kalimantan Timur,” pungkasnya.
