Kalimantan Timur

Kadis Kominfo Bantah Ada Uang Rp100 Ribu dalam Takjil Gratis Setiap Sore di Kantor Gubernur Kaltim

Teks: Antrian Masyarakat Pada Jam 1 Siang Di Depan Kantor Gubernur Kaltim Jumat 6/3/2026 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Program Takjil Gratis yang diinisiasi Gubernur Rudy Mas’ud melibatkan kolaborasi berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memicu fenomena unik.

Memasuki pekan kedua pelaksanaannya, warga dilaporkan mulai memadati area depan Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada bahkan sejak pukul 10.00 Wita, padahal pembagian baru dilakukan menjelang waktu berbuka puasa.

Program yang berlangsung setiap hari mulai 26 Februari hingga 12 Maret 2026 ini menyediakan sedikitnya 1.000 paket takjil dan nasi kotak per hari. Namun, tingginya animo masyarakat membuat antrean mengular panjang sebelum petugas lapangan bersiap.

Menanggapi fenomena warga yang rela mengantre hingga berjam-jam di bawah terik matahari tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal menyampaikan pandangannya. Ia melihat hal ini sebagai indikator positif atas kebermanfaatan program yang dijalankan Pemprov Kaltim.

“Ya, ini tandanya masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Alhamdulillah saja, semoga apa yang kami berikan ini benar-benar bermanfaat bagi warga yang menjalankan ibadah puasa,” ujar Faisal.

Meski demikian, Faisal menegaskan bahwa operasional pembagian takjil tidak bisa dimajukan hanya karena warga datang lebih awal. Ia meminta masyarakat untuk tetap mematuhi jadwal yang telah disosialisasikan sebelumnya.

“Sesuai pengumuman, takjil dibagikan pada sore hari. Kami tidak bisa memaksakan untuk dipercepat karena jadwal setiap hari kami konsisten membaginya secara serentak dan teratur,” tambahnya.

Di tengah kerumunan antrean, sempat berembus kabar burung yang menyebutkan bahwa di dalam paket takjil tersebut terselip uang tunai sebesar Rp100.000. Isu inilah yang ditengarai menjadi pemicu utama sebagian warga rela datang lebih awal demi memastikan diri mendapatkan paket tersebut.

Menanggapi kabar tersebut, Faisal memberikan klarifikasi tegas untuk meredam simpang siur informasi di masyarakat. Ia menjamin bahwa isi paket murni berupa makanan untuk berbuka puasa.

“Kami tegaskan, tidak ada pembagian dana atau uang tunai. Yang kami bagikan murni hanya takjil dan nasi kotak saja, sama seperti kegiatan sosial lainnya di mana-mana. Jadi, kabar soal uang itu tidak benar,” tegas Faisal.

Mengingat kuota yang disediakan terbatas pada angka 1.000 porsi per hari, Faisal meminta kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat agar proses pembagian tetap berjalan kondusif tanpa mengganggu arus lalu lintas di depan Kantor Gubernur.

“Imbauan kami, sebaiknya warga tetap antre dengan tertib. Kami berusaha maksimal menyiapkan 1.000 porsi setiap hari. Jika memang ada yang belum kebagian, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya karena kapasitas produksi harian memang terbatas di angka tersebut,” jelasnya.

Faisal juga berharap koordinasi antar-OPD terus diperkuat agar teknis pembagian di lapangan semakin rapi, terutama dalam mengelola massa yang datang jauh lebih awal dari jadwal resmi.

Related posts

Neraca Perdagangan Indonesia Per Januari 2023 Surplus 3,87 Miliar Dolar AS

Nediawati

Catatan Sejarah M3S, Antara Semangat Kemajuan dan Tari Ronda untuk Wakil Gubernur

Phandu

Mr Jono and Joni Guncang Temindung Creative Hub, Tutup Road to EBIFF dan Kemilau Kaltim Fest 2024

Intan