Ekonomi

Wawali Samarinda Imbau Warga Tak Panic Buying BBM, Stok Dipastikan Aman

Teks: Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri Saat Memberikan Keterangan Pers, Jumat 6/3/2026. (Natmed.id/Aminah)Teks: Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri Saat Memberikan Keterangan Pers, Jumat 6/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) mulai memicu fenomena panic buying di sejumlah daerah di Indonesia pada awal Maret 2026. Antrean panjang kendaraan bahkan dilaporkan terjadi di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara hingga Jawa Timur.

Situasi tersebut dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap dampak ketegangan geopolitik global, khususnya konflik yang melibatkan Iran vs Israel dan Amerika Serikat di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia.

Kepanikan juga diperkuat setelah pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai kapasitas cadangan BBM nasional yang disebut berkisar 20 hingga 25 hari.

Menanggapi situasi tersebut, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

Ia meminta warga tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang justru dapat memperburuk situasi distribusi energi.

“Tidak usah terlalu gundah gulana, tetap jalankan rutinitas dengan baik dan jangan boros-boros menggunakan bahan bakar,” ujarnya saat dimintai tanggapan, Jumat 6 Maret 2026.

Perilaku konsumsi berlebihan tidak hanya berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat, tetapi juga tidak sejalan dengan prinsip hidup yang bijak.

“Yang namanya boros itu tidak diperbolehkan, di agama juga tidak boleh berlebih-lebihan. Jadi belanjalah sesuai kebutuhan saja, jangan membeli berlebihan,” katanya.

Saefuddin juga meyakini pemerintah pusat telah memperhitungkan berbagai kemungkinan terkait distribusi energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terjadi saat ini.

“Kalau pun ada kekhawatiran soal jalur distribusi, saya yakin pemerintah pusat sudah memikirkan langkah-langkahnya ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Edi Mangun memastikan stok BBM di wilayah Kalimantan dalam kondisi aman.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan karena distribusi BBM masih berjalan normal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pembelian yang berlebihan justru dapat mengganggu kelancaran distribusi yang selama ini berjalan normal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat 6 Maret 2026.

Edi juga meluruskan informasi yang berkembang terkait angka 20 hari yang disebut dalam pernyataan pemerintah. Angka tersebut merupakan standar nasional ketahanan energi BBM, bukan menunjukkan sisa stok yang hanya tersisa selama 20 hari.

“Stok BBM 20 hari bukan berarti stok tersisa hanya untuk 20 hari saja. Itu adalah standar nasional ketahanan energi. Kami selalu memastikan stok sesuai standar, bahkan lebih dari itu,” jelasnya.

Pihaknya terus memantau perkembangan situasi global, termasuk potensi dampaknya terhadap distribusi energi nasional. Pertamina juga memastikan kebutuhan energi masyarakat, dunia usaha, serta sektor perekonomian tetap menjadi prioritas.

“Pertamina akan terus mengambil langkah strategis untuk menjaga keamanan pasokan energi dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik, khususnya di wilayah Kalimantan,” pungkasnya.

Related posts

Ekosistem Halal Mulai Terbangun, 1.040 UMKM Kaltim Sudah Masuk Sertifikasi

Aminah

Manfaatkan Liburan Sekolah, PT Garuda Gandeng BNI 

Muhammad

Mini Carnival Kebonsari Gerakkan Budaya Lokal dan UMKM

Sahal