Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus mempercepat langkah penanggulangan banjir di wilayah utara kota.
Fokus utama saat ini tertuju pada kelanjutan proyek fisik Kolam Retensi Pampang, yang diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung pengendalian debit air sebelum masuk ke area pemukiman padat penduduk.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kota Samarinda Darmadi menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari skema besar normalisasi sistem pengairan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Berdasarkan data teknis terbaru, total luasan lahan yang telah berhasil digali dan difungsikan hingga saat ini mencapai 3,94 hektare.
Luasan tersebut merupakan hasil akumulasi dari pengerjaan tahap sebelumnya yang mencakup lahan seluas 2,44 hektare, ditambah dengan area seluas 1,5 hektare yang sudah terbangun sepenuhnya.
Memasuki tahun anggaran 2026, Pemerintah Kota Samarinda kembali memberikan dukungan finansial yang signifikan untuk menambah daya tampung kolam tersebut.
“Tahun ini kita ada lagi tambahan luasan sebesar 1,5 hektare. Anggarannya sudah tersedia sebesar Rp10 miliar untuk menyambung pengerjaan fisik yang sudah berjalan sebelumnya,” ungkap Darmadi saat memberikan keterangan di lokasi Rabu, 4 Maret 2026
Meskipun dukungan anggaran fisik telah dikunci, Darmadi mengakui bahwa tantangan terbesar di lapangan bukanlah pada aspek konstruksi, melainkan pada pembebasan lahan.
Kecepatan pengerjaan fisik sangat bergantung pada kelancaran proses ganti rugi terhadap sisa lahan milik warga yang berada di area pengembangan kolam.
“Target penyelesaian secara keseluruhan tentu sangat bergantung pada proses pembebasan lahan tersebut. Kami saat ini masih terus berkoordinasi dan menunggu kejelasan terkait sisa lahan yang belum dibebaskan agar alat berat bisa segera masuk bekerja secara total,” tambahnya.
Pembangunan tahap ketiga seluas 1,5 hektare ini ditargetkan mampu meningkatkan volume tampung air secara drastis. Dengan anggaran Rp10 miliar, fokus pengerjaan meliputi penggalian pond (kolam) serta perkuatan struktur di sekeliling area retensi.
Darmadi menegaskan bahwa pihak SDA DPUPR berkomitmen untuk mengawal pengerjaan ini agar dapat rampung tepat waktu sebelum akhir tahun anggaran.
Keberhasilan proyek Kolam Retensi Pampang ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir yang selama ini menghantui warga di wilayah Pampang dan sekitarnya, sekaligus menjadi bagian dari integrasi sistem drainase modern di Kota Samarinda.
