Pendidikan

Penanganan Banjir di SD 012 Lok Bahu, Disdik Sebut Kenyamanan Siswa Harga Mati

Teks: Kabid Pembinaan SD Disdik Samarinda, Andi Tenri Saat Diwawancarai Selasa 3/3/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar kini meletakkan SD 012 Lok Bahu sebagai salah satu skala prioritas penanganan infrastruktur pada tahun anggaran ini.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Samarinda, Andi Tenri menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin membiarkan kendala musiman ini terus menghantui dunia pendidikan.

Kondisi geografis dan sistem drainase di sekitar SD 012 Lok Bahu diduga menjadi penyebab utama air sering meluap ke area kelas saat intensitas hujan tinggi.

Andi Tenri menjelaskan bahwa tim teknis dari Dinas Pendidikan telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan monitoring secara berkala. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berbasis pada data kerusakan dan kebutuhan riil di sekolah tersebut.

“Kami terus melakukan monitoring berkala melalui tim teknis. Fokus kami adalah melihat sejauh mana progres penanganan yang bisa dilakukan secara cepat maupun jangka panjang,” ungkap Andi Tenri saat diwawancarai pasca penunjauan langsung, Selasa 3 Maret 2026.

Bagi Andi Tenri, banjir bukan sekadar masalah genangan air, melainkan ancaman terhadap kualitas pendidikan anak bangsa. Gangguan aktivitas belajar mengajar (KBM) yang terjadi berulang kali dapat menurunkan motivasi siswa dan merusak sarana prasarana sekolah seperti buku, meja, dan kursi.

“Bagaimana anak-anak bisa belajar dengan nyaman kalau setiap hujan aktivitas mereka terganggu oleh banjir? Ini menjadi atensi khusus kami karena kenyamanan siswa adalah prioritas utama dalam proses belajar,” tegasnya kembali.

Disdik Samarinda juga berkomitmen untuk menjalin koordinasi lebih erat dengan dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk membenahi saluran air di luar lingkungan sekolah yang berdampak pada area SD 012 Lok Bahu.

Target utamanya adalah menciptakan ekosistem sekolah yang merdeka dari banjir. Dengan adanya perhatian khusus ini, diharapkan pada semester mendatang, para orang tua murid tidak lagi merasa khawatir saat melepas anak-anak mereka bersekolah di tengah cuaca yang tidak menentu.

“Harapannya ke depan ada solusi konkret. Kami ingin memastikan hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan di lingkungan yang layak dan bersih dapat terpenuhi sepenuhnya,” tutup Andi Tenri.

Related posts

SMA 16 Samarinda Rayakan Hari Guru, Siswa Beri Penghargaan hingga Kejutan Bunga

Aminah

Kemenag Bakal Buka Lagi Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit

Arum

Sukses Gelar PPDB, SMAN 16 Samarinda Siap Laksanakan MPLS

Intan