Samarinda

Target 1,1 Juta Penerima, Pemprov Kaltim Arahkan Dapur MBG Kolaborasi dengan Petani Lokal

Teks: Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDA, Perekonomian Daerah, dan Kesra, Arief Murdiyanto Dalam Peresmian Dapur MBG Muhammadiyah Kaltim di Jalan Siradj Salman, Samarinda, Rabu 25/2/2026. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mematok target ambisius dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyasar 1.101.936 orang penerima manfaat di seluruh wilayah Benua Etam.

Program ini tidak hanya dirancang sebagai intervensi kesehatan, tetapi juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi sektor pertanian dan kerakyatan.

Hal tersebut disampaikan dalam peresmian operasional Dapur MBG Muhammadiyah Kaltim di Jalan Siradj Salman, Samarinda, Rabu 25 Februari 2026.

Fasilitas ini menjadi unit ke-46 yang telah resmi beroperasi di Kaltim dari total 153 unit Satuan Pelayanan Gizi (SPG) yang saat ini sudah mengantongi SK.

Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDA, Perekonomian Daerah, dan Kesra, Arief Murdiyanto mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah merancang skema kolaborasi agar bahan baku pangan untuk dapur gizi disuplai langsung oleh produsen lokal.

“Harapannya berkolaborasi dengan program-program lainnya, melalui skema integrasi sektor hulu ke hilir. Skema ini direncanakan akan memberdayakan bahan baku langsung dari petani lokal, yang nantinya dikolaborasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih ,” ujar Arief saat membacakan sambutan Gubernur Kaltim.

Menurutnya, integrasi ini sangat strategis mengingat Koperasi Merah Putih telah tersebar di setiap desa dengan jumlah mencapai 1.037 unit yang siap menjadi mitra penyedia bahan baku.

Meskipun jumlah unit yang beroperasi terus bertambah, Arief menyebut tantangan ke depan masih besar. Saat ini, realisasi unit pelayanan gizi baru mencapai kisaran 80 persen dari target jangka panjang sebanyak 370.000 unit di Kaltim.

Penerima manfaat program ini mencakup spektrum luas, mulai dari anak sekolah, balita, hingga ibu hamil. Investasi pada sektor gizi ini dipandang sebagai pondasi krusial menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

“Anak yang sehat dan terpenuhi gizinya akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan berdaya saing. Inisiatif ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, butuh kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah,” tegas Arief.

Pemprov Kaltim memberikan apresiasi tinggi kepada Muhammadiyah Kaltim yang dinilai adaptif terhadap kebutuhan zaman dengan mendirikan Dapur MBG.

Selain memberikan manfaat kesehatan bagi peserta didik seperti siswa SD Muhammadiyah 2 Samarinda yang menjadi sasaran terdekat program ini diharapkan menjadi model pelayanan gizi yang inspiratif bagi daerah lain di Indonesia.

“Program ini juga menanamkan nilai kepedulian sosial, semangat berbagi, dan gotong royong yang menjadi kekuatan budaya bangsa,” tutupnya.

Related posts

Prihatin Tambang Ilegal Marak di Kaltim, Mahasiswa Desak Pemerintah Bersikap Tegas

Laras

Menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi, Kejati Kaltim Siap Terima Laporan Masyarakat.

natmed

Pokja 30 Nilai Probebaya Belum Maksimalkan Partisipasi Warga

Aminah