Politik

Samarinda Siapkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Energi

Samarinda, Natmed.id – Pengolahan sampah berbasis energi menjadi perhatian serius di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Alasannya, untuk menjadikan Samarinda sebagai kota yang lebih bersih dan modern. Selain itu, mengurangi timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kini volumenya mencapai 600 ton per hari.

Dalam rencana itu, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait.

“Saya sempat menerima laporan saat sebelum cuti, bahwa ada investor dari Malaysia yang tertarik untuk bekerja sama dalam mengubah sampah di Samarinda menjadi sumber energi,” kata Andi Harun, Wali Kota Samarinda yang tengah menjalani masa cuti karena kembali mencalonkan sebagai wali kota dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Samarinda.

Jika nantinya pengelolaan sampah menjadi sumber energi terealisasi, ia menyatakan dapat meminimalisasi kebakaran yang terjadi di TPA Bukit Pinang. Timbunan sampah di sana sering terbakar, hingga akhirnya, secara perlahan dialihan ke TPA Sambutan untuk pembuangannya.

Andi Harun juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis energi tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bernilai. Ia berharap masyarakat mendukung inisiatif ini agar berjalan lancar.

Jika diberi mandat kembali memimpin Samarinda, Andi Harun bersama calon Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri berkomitmen untuk melanjutkan program ini.

Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis energi akan membawa dampak positif. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya potensi investasi dari luar negeri, Andi Harun optimis bahwa proyek ini akan mampu mengubah wajah Samarinda menjadi kota yang lebih maju dan mandiri dalam hal pengelolaan sampah.

Related posts

Berikan Surat Tugas Kepada Bacalon, Strategi PAN Kaltim Galang Koalisi di Pilkada

Aminah

Progres Masih 60 Persen, DPRD Samarinda Desak Percepatan Program MBG

Sahal

Polemik Anggaran Rujab Rp25 Miliar, DPRD Kaltim Minta Buka Fakta

Aminah