Ekonomi

Stok MinyaKita di Samarinda Aman, Pengawasan Distribusi Masih Jadi Tantangan

Teks: MinyaKita Dalam Kemasan Satu Liter (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Ketersediaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita di Kota Samarinda disebut masih dalam kondisi aman. Meski demikian, pengawasan terhadap jalur distribusinya tetap menjadi perhatian karena produk tersebut tidak langsung disalurkan ke konsumen, melainkan melalui pihak ketiga sebelum sampai ke pasar.

Teks: Kabag Perekonomian Kota Samarinda Nadya Turisna Usai Rapat Penyusunan RKPD Kota Samarinda Tahun 2027 di kantor Bapperida Kota Samarinda, Kamis,12/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Samarinda, Nadya Turisna, mengatakan stok MinyaKita saat ini masih tersedia di sejumlah titik distribusi. Minyak goreng bersubsidi tersebut disalurkan melalui gudang milik Perum Bulog sebelum masuk ke pasar.

Masyarakat masih dapat dengan mudah menemukan MinyaKita di pasar-pasar karena pemerintah juga menyiapkan titik distribusi melalui toko siaga.

“MinyaKita itu ada di Bulog, lalu disalurkan ke pasar-pasar. Kita juga punya toko siaga di pasar, di situ ada MinyaKita,” ujarnya di kantor Bapperida Kota Samarinda, Kamis 12 Maret 2026.

Ia menyebut stok minyak goreng tersebut hingga kini masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Meski stok tersedia, distribusi MinyaKita tidak sepenuhnya langsung dari Bulog ke pedagang pasar.

Barang tersebut biasanya terlebih dahulu disalurkan ke pihak ketiga sebelum kembali dijual ke pasar atau pengecer. “Bulog biasanya menjualnya ke pihak ketiga dari pihak ketiga ini yang kemudian menjual lagi ke pasar,” jelas Nadya.

Dalam skema tersebut, harga tetap harus mengikuti ketentuan resmi pemerintah. MinyaKita memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Namun ia mengakui pemerintah tidak selalu bisa mengendalikan pergerakan harga ketika barang sudah berada di mekanisme pasar.

“Kalau sudah masuk mekanisme pasar, tidak semuanya bisa kita intervensi. Ada hukum ekonomi yang berjalan di situ,” ujarnya.

Sebagai langkah pengawasan, Pemkot Samarinda juga melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah gudang penyimpanan bahan pokok. Tidak hanya gudang milik pemerintah, pengawasan juga dilakukan pada gudang milik distributor swasta.

“Kemarin kami sidak juga ke gudang-gudang, termasuk gudang milik swasta. Kita ingin memastikan stok bahan pokok benar-benar tersedia,” kata Nadya.

Selain minyak goreng, pemerintah daerah juga memantau ketersediaan komoditas lain seperti gula dan tepung yang hingga kini masih dinilai cukup.

“Kalau gula banyak, tepung juga aman,” ujarnya.

Meski stok bahan pokok relatif aman, Nadya menegaskan pemerintah tetap memantau perkembangan harga di pasar, terutama menjelang momen meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Related posts

Harga Bawang Merah di Pasar Segiri Naik Jelang Nataru, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

Aminah

Gunawan: Mahasiswa Perlu Mendapat Informasi Pajak dari Sumbernya

Sukri

Illegal Fishing di Asia dan Afrika Terbilang Cukup Besar

Aminah