Samarinda

Posyandu Diperkuat, Stunting di Samarinda Ilir Mulai Menurun

Teks: Foto Bersama Camat Samarinda Ilir, La Uje dengan Anggota Dewan dan para warga (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id — Hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan yang digelar di lima kelurahan menunjukkan adanya penurunan angka stunting di Kecamatan Samarinda Ilir. Hal tersebut disampaikan Camat Samarinda Ilir La Uje.

Ia menyebutkan, meskipun tidak disertai angka detail, tren penurunan stunting tersebut dinilai cukup berarti. Kendati demikian, capaian itu belum menjadi alasan bagi pihak kecamatan untuk merasa puas dan justru dijadikan pemacu agar upaya penanganan stunting terus diperkuat.

“Ini belum cukup. Kami tetap berupaya maksimal karena masih banyak langkah positif yang bisa dilakukan,” kata La Uje, Kamis 5 Februari 2026.

La Uje menegaskan bahwa penanggulangan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada kader posyandu maupun tenaga kesehatan. Menurutnya seluruh unsur yang ada di wilayah memiliki peran dan tanggung jawab yang sama.

Sebagai bentuk kolaborasi, kecamatan melibatkan Babinsa serta Bhabinkamtibmas untuk mendampingi dan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

Ia menilai kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesi (Polri) cukup efektif karena keseharian mereka bersentuhan langsung dengan warga sehingga memahami kondisi lingkungan termasuk keluarga yang memiliki bayi dan balita.

“Melalui mereka, kami mengingatkan warga agar membawa anak ke posyandu secara rutin sesuai jadwal,” ujarnya.

Selain itu, La Uje juga menyinggung masih rendahnya tingkat kunjungan ke posyandu yang selama ini menjadi salah satu indikator dalam penanganan stunting. Ia menilai, kondisi tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh kurangnya kesadaran warga.

Sebagian masyarakat, kata dia, memilih memeriksakan anak ke dokter praktik, rumah sakit, maupun puskesmas. Untuk menyiasati hal tersebut, pihak kecamatan berkoordinasi dengan puskesmas agar data layanan kesehatan tersebut dapat dilaporkan dan direkap oleh kader posyandu.

“Kerja sama dengan puskesmas kami lakukan agar seluruh data pelayanan bisa direkap kader posyandu, sehingga pencatatan stunting menjadi lebih akurat,” tuturnya.

Dengan keterlibatan lintas sektor dan dukungan seluruh pihak, La Uje optimistis angka stunting di Kecamatan Samarinda Ilir dapat terus ditekan dan menunjukkan perbaikan ke depan.

Related posts

Kasus Kekerasan Tinggi, Samarinda Perlu Hotline 24 Jam dan Crisis Center

Aminah

Perpusnas Dorong Penguatan Perpustakaan Sekolah dan Kampus di Samarinda

Aminah

Selama Covid-19 Omzet Pengadaian Naik, Nasabah Berkurang

natmed

Leave a Comment