National Media Nusantara
Pasuruan

Payung Madinah Pasuruan Diserbu Wisatawan, Aktivitas Ekonomi Warga Menguat

Pasuruan, Natmed.id – Wisata religi Payung Madinah di Alun-Alun Kota Pasuruan ramai dikunjungi wisatawan sejak libur akhir tahun 2025 hingga awal Januari 2026. Ikon kota di depan Masjid Jami’ Al-Anwar itu menjadi tujuan utama rekreasi keluarga dan ziarah religi.

Kunjungan meningkat sejak pagi hingga malam hari, terutama pada akhir pekan dan masa libur. Pengunjung memanfaatkan area tersebut untuk beribadah, berteduh, dan menikmati ruang publik terbuka.

“Suasananya nyaman, anak-anak bisa bermain, dan payung Madinah terlihat megah. Kami mampir setelah ziarah wali,” ujarAhmad Somad, wisatawan asal Malang, Jumat 2 Januari2026.

Payung Madinah dilengkapi sistem buka-tutup otomatis yang berfungsi melindungi pengunjung dari panas dan hujan. Konsep ini dinilai sejalan dengan karakter Kota Pasuruan sebagai kota santri dan pusat wisata religi.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan, Dyah Emitasari, mengatakan Payung Madinah menjadi pengungkit kunjungan wisata perkotaan. Ia menyebut lonjakan pengunjung terjadi setelah momentum libur panjang.
“Lokasi ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan yang datang ke Pasuruan,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut Dyah, perpaduan wisata religi dan ruang publik terbuka memperkuat citra Pasuruan di tingkat regional hingga nasional. Budaya masyarakat santri dinilai menjadi nilai tambah dalam pengembangan wisata halal.

Dampak ekonomi dirasakan pedagang di sekitar alun-alun. Sejumlah pelaku usaha kecil mengaku penjualan meningkat seiring ramainya arus pengunjung.

Namun, kepadatan aktivitas turut memunculkan catatan soal pengelolaan fasilitas. Warga menyoroti kebersihan kawasan dan optimalisasi fungsi payung agar tetap aman dan nyaman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pasuruan, Samsul Rizal, menyatakan pihaknya melakukan perawatan rutin dan pengawasan kebersihan. “Pemeliharaan berkala kami lakukan untuk menjaga fungsi dan kenyamanan kawasan,” ujarnya.

Payung Madinah kini menjadi wajah baru wisata religi Kota Pasuruan. Keberlanjutan destinasi ini diharapkan bergantung pada konsistensi pengelolaan, kebersihan, dan kenyamanan ruang publik bagi pengunjung.

Related posts

Hujan Deras Picu Longsor di Tosari Pasuruan, BPBD Imbau Warga Waspadai Longsor Susulan

Sahal

Formapan Kembali Turun ke Jalan, Desak Penutupan Pabrik Aqua di Pasuruan

Sahal

Puluhan Musisi Lokal Ramaikan Gear Lounge Pasuruan

Sahal

You cannot copy content of this page