Samarinda, Natmed.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan Kalimantan Timur (Kaltim) tidak lagi berada pada kategori daerah berpendapatan menengah.
Ambisi itu disampaikan bersamaan dengan pengukuhan Misran Pasaribu sebagai Kepala OJK Provinsi Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara) menggantikan Parjiman di Odah Etam Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Senin 11 Mei 2026.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko menegaskan Kaltim dinilai memiliki kapasitas ekonomi besar, terlebih dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) dan tingginya aktivitas industri keuangan di daerah.
“Harusnya Kaltim sudah bisa naik kelas, dari middle income menjadi daerah dengan pendapatan yang lebih tinggi. Bahkan secara internal, kantor OJK Samarinda sudah kami naikkan statusnya dari kelas C menjadi kelas A,” ujarnya.
Peningkatan status tersebut disebut bukan sekadar perubahan administratif, tetapi juga bentuk penguatan peran OJK di Kalimantan sebagai wilayah strategis pertumbuhan ekonomi nasional.
Tantangan terbesar Kaltim saat ini bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan masyarakat ikut menikmati dampaknya. Ia menyinggung tingginya biaya hidup di Kaltim yang dinilai belum sepenuhnya seimbang dengan kemampuan pendapatan masyarakat.
“Biaya hidup di Kaltim tinggi, tapi kemampuan pendapatan masyarakat belum sepenuhnya mengimbangi. Ini harus dipikirkan bersama, bukan hanya OJK, tapi seluruh stakeholder,” katanya.
OJK juga menyoroti kondisi ekonomi global yang belum stabil. Meski demikian, sektor jasa keuangan nasional dan regional dinilai masih mampu bertahan.
Data OJK mencatat pertumbuhan ekonomi nasional triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen, sementara Kalimantan tumbuh 4,08 persen dan Kaltim berada di angka 2,9 persen.
Di sektor perbankan, penyaluran kredit di wilayah Kaltim-Kaltara tumbuh cukup agresif hingga 17,28 persen per Maret 2026. Pertumbuhan itu dinilai positif, tetapi tetap harus diimbangi pengawasan terhadap risiko kredit bermasalah.
“Kalau pertumbuhan kredit tinggi tentu bagus, artinya perbankan mendukung ekonomi daerah. Tapi jangan sampai nanti pertumbuhannya tinggi, lalu ada ‘batuk-batuknya’. Itu tugas OJK untuk memantau dan mendampingi,” tegasnya.
Ia meminta Kepala OJK yang baru tidak bekerja secara normatif, melainkan aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, legislatif, hingga industri jasa keuangan guna mencari terobosan ekonomi baru.
“Kita tidak bisa lagi berjalan apa adanya. Harus aktif, inovatif, dan mencari breakthrough supaya daerah ini benar-benar maju,” katanya.
Sementara itu, Kepala OJK Kaltim – Kaltara Misran Pasaribu menyatakan siap menjalankan amanah baru dengan fokus menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat perlindungan konsumen di Kaltim dan Kaltara.
Ia juga mengatakan OJK akan ikut mendorong pengembangan UMKM dan pertumbuhan ekonomi daerah melalui sinergi lintas sektor.
“Kami siap mendukung pemerintah daerah dalam pengembangan UMKM dan peningkatan ekonomi daerah agar pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur semakin meningkat,” ujar Misran.
Selain itu, OJK Kaltim-Kaltara juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, industri perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
