Samarinda, Natmed.id – Mandala Rizky Syahputra (16) adalah siswa SMKN 4 Samarinda yang hidup dalam keterbatasan ekonomi hingga diduga mengalami gangguan kesehatan dan meninggal akibat memakai sepatu sempit.
Kasus yang viral di media sosial itu dinilai menjadi alarm bahwa masih banyak warga rentan yang belum sepenuhnya terjangkau sistem perlindungan sosial pemerintah.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim Andi Muhammad Ishak mengakui pentingnya validasi data masyarakat miskin agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat dari perhatian pemerintah.
“Kalau sambil lihat memang inilah pentingnya data. Jadi bantuan-bantuan yang diberikan itu benar-benar harus tepat sasaran,” ujar Andi Ishak, Senin 11 Mei 2026.
Mandala meninggal dunia pada Jumat 24 April 2026 setelah mengalami komplikasi kesehatan. Kisahnya menyita perhatian publik setelah sang ibu, Ratnasari mengungkap putranya selama ini memakai sepatu sekolah ukuran 40, sementara ukuran kakinya mencapai 44 karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Peristiwa itu memunculkan kritik publik di tengah narasi pertumbuhan ekonomi Kaltim yang terus digaungkan, terutama setelah hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di balik pertumbuhan tersebut, kasus Mandala dianggap menunjukkan masih adanya kelompok masyarakat yang hidup dalam kondisi rentan dan belum tersentuh bantuan memadai.
Mekanisme bantuan sosial selama ini bergantung pada usulan pemerintah kabupaten/kota yang bersumber dari tingkat desa, kelurahan hingga RT.
Karena itu, keaktifan aparatur di tingkat bawah disebut sangat menentukan dalam mendeteksi warga yang membutuhkan bantuan.
“Keaktifan petugas di kabupaten kota terutama di tingkat desa, kelurahan, RT untuk memantau warga di sekitarnya itu penting,” katanya.
Kemungkinan terdapat warga yang sebenarnya layak menerima bantuan namun belum masuk dalam data penerima karena tidak terlaporkan atau luput dari pendataan.
“Nah, mungkin mereka-mereka ini terlewatkan dan kebetulan dalam kondisi sakit juga akhirnya mengakibatkan kepada yang bersangkutan,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat maupun keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi tidak sungkan melapor kepada RT atau pemerintah setempat agar kondisi darurat bisa segera ditangani.
“Keluarga juga jangan sungkan menyampaikan kepada RT, kepada kelurahan bahwa kondisinya mengalami seperti itu,” ucap Ishak.
Dinsos Kaltim mengklaim sebenarnya memiliki mekanisme respons cepat untuk menangani kondisi kedaruratan sosial apabila informasi diterima lebih awal.
“Kalau cepat diketahui, ada namanya respons cepat yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kondisi kedaruratan masyarakat di lapangan,” jelasnya.
Meski demikian, kasus Mandala dinilai memperlihatkan masih adanya persoalan mendasar dalam sistem perlindungan sosial daerah.
Dinsos Kaltim memastikan evaluasi terhadap data penerima bantuan sosial akan terus dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kita perlu dukungan semua pihak. Kalau ada warga yang mengalami kondisi seperti itu, segera sampaikan supaya bisa cepat ditangani,” pungkas Ishak.
