Kalimantan Timur

Jalan Mahulu-Kubar Jadi Perhatian Pemprov Kaltim

Teks: Kondisi Jalan Jalur Sotek - Bongan (Foto_Ratu)

Mahulu,Natmed.id –Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan peningkatan infrastruktur di wilayah pedalaman menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, konektivitas yang baik merupakan kunci pemerataan pembangunan.

“Kita akan terus berjuang agar semua wilayah di Kaltim bisa terhubung dengan konektivitas yang baik,” ungkap Rudy Mas’ud saat kunjungan ke Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat, pada Januari lalu.

Ia menambahkan, akses darat di wilayah hulu bukan sekadar sarana transportasi, melainkan jalur ekonomi yang menentukan kelancaran pergerakan barang dan orang. Selama ini, keterbatasan jembatan kerap menyebabkan perjalanan memakan waktu lebih lama, terutama saat dilalui kendaraan berat atau ketika debit sungai meningkat.

Dengan pembangunan jembatan permanen, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin stabil. Distribusi kebutuhan pokok dan hasil tani dapat berlangsung lebih lancar, sementara biaya logistik dapat ditekan.

Selain itu, jembatan Bailey yang digantikan tidak akan dihapuskan. Aset tersebut akan dikembalikan ke Pemprov Kaltim untuk dimanfaatkan di lokasi lain yang masih membutuhkan akses darurat, salah satunya jalur Bongan di Kutai Barat menuju Sotek di Penajam Paser Utara.

Upaya penggantian jembatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur dasar di pedalaman. Bagi masyarakat Kubar dan Mahulu, jembatan permanen bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga kepastian akses yang telah lama dinantikan.

Pemerintah pusat berencana mengganti jembatan Bailey di jalur pedalaman Kutai Barat (Kubar) hingga Mahakam Ulu (Mahulu) dengan jembatan permanen.

Langkah ini diharapkan memperkuat konektivitas wilayah hulu Kalimantan Timur yang selama ini masih bergantung pada konstruksi bersifat sementara.

Di sepanjang ruas Tering–Ujoh Bilang terdapat belasan jembatan Bailey. Jika dihitung hingga Long Apari dan Long Pahangai, jumlahnya mencapai sekitar 40 unit.

“Seluruh jembatan itu selama ini menopang mobilitas warga, distribusi logistik, serta pengangkutan hasil perkebunan dan pertanian,”pungkasnya.

Related posts

Kiprah Lima Tahun JMSI Kaltim Jadi Teladan Pengelolaan Organisasi Media yang Mandiri

Aminah

Kadisperindagkop UKM Ungkap Kondisi Pangan di Kaltim

Irawati

Rusman : PPDB Akan Menggunakan Sistem Kombinasi Berdasarkan Nilai Raport dan Zonasi

natmed