Samarinda

Gelombang Panas di Samarinda Masih Berlanjut, BMKG Prediksi Hujan Kembali Pertengahan April

Teks: Saat Awan Gelap dan Hujan Turun Di Kompleks Kantor Gubernur Kaltim (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Meski hujan sempat turun di beberapa wilayah Samarinda, gelombang panas di Kota Tepian belum sepenuhnya berakhir. Cuaca kering dan panas ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan April.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi kering ini dipicu oleh pusat tekanan rendah di wilayah Indonesia bagian selatan, yang menyebabkan awan-awan hujan di Kalimantan Timur tertarik ke arah luar wilayah.

Teks: Ketua Tim Prakirawan Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda, Wiwi Indasari Azis Menjelaskan Perkembangan Cuaca, Jumat,3/4/26. (Natmed.id/Aminah)

Ketua Tim Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda Wiwi Indasari Azis menjelaskan secara klimatologis, curah hujan Samarinda pada Februari dan Maret memang cenderung menurun. Namun kondisi kering yang ekstrem dalam beberapa hari terakhir berada di luar pola normal.

“Secara normal, di Samarinda memang Februari dan Maret itu curah hujannya menurun dan kembali naik pada April. Tapi untuk beberapa hari ini kenapa sangat kering, itu karena pengaruh pusat tekanan rendah di wilayah Indonesia bagian selatan,” jelas Wiwi, Jumat 3 April 2026.

Keberadaan tekanan rendah tersebut membuat pembentukan awan hujan di wilayah Kaltim terutama daerah pesisir tidak maksimal. Awan-awan yang biasanya terbentuk di Samarinda justru tertarik menuju kawasan selatan Indonesia.

“Yang ada di wilayah Samarinda, Kalimantan Timur secara umum itu tertarik ke selatan. Semuanya berkumpul di sana, sehingga wilayah kita sangat minim hujan,” lanjutnya.

BMKG memprediksi kondisi panas dan minim hujan ini masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Wiwi menyebut fenomena tersebut dapat terjadi hingga pekan pertama atau kedua April sebelum potensi hujan kembali muncul.

“Kemungkinan kondisi ini berlangsung hingga minggu pertama dan minggu kedua April. Setelah itu baru diperkirakan akan terjadi hujan kembali,” terangnya.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran baru mengingat sejumlah wilayah di Samarinda mulai mencatat peningkatan titik panas (hotspot) serta risiko kebakaran lahan dan pemukiman.

BMKG mengimbau masyarakat menjaga kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan pemantauan dan langkah mitigasi untuk mencegah dampak yang lebih luas.

“Cuaca panas seperti ini memerlukan kewaspadaan semua pihak. Kami tetap memonitor dan akan mengeluarkan peringatan dini jika diperlukan,” tutup Wiwi.

Related posts

Pemkot Samarinda Dukung IKMT Jadi Simbol Kerukunan Lintas Agama dan Suku

Aminah

Puncak Arus Balik Hari Ini, Ribuan Penumpang Padati Pelabuhan Samarinda

Aminah

CT Scan Lama Bermasalah, RSUD IA Moeis Dapat Hibah Alat Baru dari Kemenkes

Aminah