Kalimantan Timur

Cara Memilih Hewan Kurban yang Tepat, Jangan Tergiur Ukuran Besar

Teks: Sapi Hewan Kurban (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Menjelang Iduladha lapak penjualan sapi dan kambing mulai ramai bermunculan di berbagai sudut kota. Banyak masyarakat datang mencari hewan kurban terbaik, mulai dari yang berbobot besar hingga yang harganya paling terjangkau.

Di tengah tingginya antusiasme membeli hewan kurban, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara memilih ternak yang benar-benar sehat dan layak disembelih.

Tidak sedikit pembeli hanya melihat ukuran tubuh tanpa memperhatikan kondisi fisik maupun kesehatan hewan secara menyeluruh.

Padahal, memilih hewan kurban bukan sekadar soal harga dan penampilan. Ada unsur kesehatan, keamanan pangan, hingga syariat Islam yang harus dipastikan sebelum hewan dipotong dan dibagikan kepada yang berhak menerima.

Jangan Hanya Melihat Tubuh Besar

Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur Fadly Sufiani mengatakan hewan kurban yang baik harus memenuhi syarat sehat dan tidak cacat.

Masyarakat sebenarnya bisa mengenali ciri-ciri hewan sehat dengan cukup mudah saat datang ke tempat penjualan.

“Hewan yang sehat itu aktif, tapi aktifnya normal, bukan sempoyongan. Nafsu makannya bagus, bulunya tidak kusam, matanya cerah, dan hidungnya lembap alami,” ujarnya.

Kondisi kebersihan tubuh juga penting diperhatikan. Bagian mulut, hidung, hingga anus hewan seharusnya terlihat bersih tanpa cairan atau kotoran berlebihan.

Pembeli tidak perlu ragu meminta penjual memperlihatkan kondisi hewan lebih detail. Hewan bisa diminta berdiri atau berjalan untuk memastikan kaki dan tubuhnya dalam kondisi baik.

“Kalau perlu lihat langsung cara jalannya, lihat sisi kiri kanan tubuhnya. Itu penting supaya pembeli benar-benar yakin,” katanya.

Pastikan Tidak Ada Cacat Fisik

Selain sehat, hewan kurban juga harus memenuhi syarat syariat Islam, salah satunya tidak memiliki cacat fisik yang jelas.

Hewan yang pincang, buta, terlalu kurus, atau memiliki bagian tubuh tidak lengkap sebaiknya tidak dipilih untuk kurban.

Kondisi telinga dan ekor juga perlu diperhatikan. Bagian tubuh hewan harus masih utuh dan tidak mengalami kerusakan.

“Kadang masyarakat hanya lihat besar badannya, padahal bagian fisiknya juga harus dicek,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan organ reproduksi hewan jantan dalam kondisi lengkap dan normal. Selain itu, usia hewan harus cukup sesuai ketentuan kurban yang biasanya dapat dilihat dari pergantian gigi tetap.

Pemeriksaan Tidak Hanya Sebelum Disembelih

Pemerintah daerah sendiri mulai membentuk tim pemeriksaan hewan dan daging kurban di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Kaltim Dyah Anggraini mengatakan pemeriksaan dilakukan sejak hewan masih berada di kandang penjualan hingga setelah proses penyembelihan.

Langkah ini penting untuk memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar aman dikonsumsi.

“Nanti ada pemeriksaan sebelum pemotongan dan setelah pemotongan. Kami ingin memastikan daging yang beredar memenuhi prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal,” jelasnya.

Dyah menerangkan, aman berarti daging bebas dari bahaya biologis, bahan kimia, maupun benda asing yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Sementara sehat berarti daging berasal dari ternak yang layak konsumsi dan memiliki kualitas baik. Utuh berarti tidak dicampur dengan bahan lain, sedangkan halal berarti proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam.

Masyarakat Diminta Lebih Teliti

DPKH Kaltim juga mengimbau masyarakat agar lebih aktif dan teliti saat membeli hewan kurban. Pembeli disarankan menanyakan apakah ternak sudah diperiksa oleh petugas kesehatan hewan dan memiliki surat keterangan kesehatan hewan.

Langkah sederhana itu menjadi bentuk kepedulian masyarakat agar daging kurban yang nantinya dibagikan benar-benar aman.

“Jangan takut bertanya ke penjual. Justru itu penting supaya masyarakat tahu hewan yang dibeli benar-benar sehat,” katanya.

Edukasi kepada masyarakat dan pengurus masjid masih sangat diperlukan karena masih banyak orang yang belum memahami standar hewan kurban yang baik.

Di balik meningkatnya aktivitas jual beli ternak menjelang Iduladha, ada tanggung jawab besar yang harus dijaga bersama. Hewan kurban bukan hanya soal ibadah dan tradisi tahunan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat yang akan menerima daging tersebut.

Karena itu, memilih hewan kurban sebaiknya dilakukan dengan lebih bijak dan teliti. Tubuh besar memang menarik perhatian, tetapi kondisi kesehatan dan kelayakan hewan tetap menjadi hal utama yang tidak boleh diabaikan.

Related posts

Yoyok: Bantu Atasi Banjir, Bukan Pemindahan Ibu Kota Kaltim

Febiana

Kaltim Kebut Pembangunan Koperasi Merah Putih, Baru 61 Rampung dari Target 460 Gerai

Aminah

Buaya Riska, Dari Ancaman menjadi Atraksi Wisata Unggulan Kota Bontang

Intan