Ekonomi

Prabowo Sebut Banyak Negara Kini Minta Beras dari Indonesia

Teks: Presiden RI Prabowo Subianto menyebut Indonesia kini berada dalam posisi lebih kuat di sektor pangan saat meresmikan koperasi desa merah putih, Sabtu 16/5/2026. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Presiden RI Prabowo Subianto mengklaim sejumlah negara kini mulai meminta pasokan beras dari Indonesia di tengah situasi krisis pangan global dan kebijakan pembatasan ekspor yang dilakukan beberapa negara produsen pangan dunia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak dari Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu 16 Mei 2026 yang juga diikuti daring oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda.

Prabowo menyinggung ketahanan pangan sebagai isu strategis yang menurutnya tidak bisa dipandang sekadar urusan ekonomi semata.

Indonesia saat ini berada dalam posisi lebih aman dibanding sejumlah negara lain karena berhasil menjaga produksi pangan nasional di tengah ketidakpastian global. Kondisi itu membuat beberapa negara mulai melirik Indonesia sebagai pemasok beras.

“Saya selalu katakan pangan adalah masalah hidup dan mati. Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita,” katanya.

Prabowo bahkan menyebut ada negara tetangga yang selama ini merasa lebih unggul justru kini meminta pasokan pangan dari Indonesia.

“Tetangga kita yang lebih menganggap dirinya hebat dari kita, sekarang meminta beli beras dari kita,” ucapnya.

Meski tidak menyebut negara mana yang dimaksud, Prabowo menyinggung sejumlah negara telah lebih dulu membatasi ekspor komoditas pangan strategis seperti gandum dan jagung akibat tekanan krisis global.

“India mengumumkan tutup ekspor jagung dan gandum. Bangladesh juga melakukan pembatasan,” katanya.

Prabowo mengaitkan kondisi tersebut dengan kebijakan pemerintah yang mendorong swasembada pangan nasional. Ia mengaku memberi target khusus kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar Indonesia mampu memperkuat ketahanan pangan dalam waktu cepat.

“Saya beri tugas Menteri Pertanian, kita harus swasembada pangan. Dalam empat tahun mereka bisa hasilkan dalam satu tahun,” ujarnya.

Dalam pidato yang berlangsung cukup panjang itu, Prabowo juga menyinggung masih adanya mental rendah diri bangsa Indonesia terhadap negara lain.

“Kita terlalu lama dianggap bangsa lemah. Kita terlalu lama kagum dengan bangsa lain dan tidak percaya pada kemampuan sendiri,” katanya.

Selain bicara soal pangan, Prabowo turut menghubungkan program koperasi desa dengan penguatan ekonomi rakyat. Koperasi nantinya akan menjadi pusat distribusi pupuk, sembako, kredit murah hingga layanan logistik di desa.

“Koperasi ini akan membangkitkan ekonomi desa dan membuat desa tidak tergantung dari mana-mana lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut pemerintah saat ini mencatat stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton dan menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah Indonesia.

“Produksi beras kita tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton. Stok beras nasional sekarang 5,3 juta ton,” kata Zulkifli Hasan dalam kesempatan yang sama.

Related posts

Jelang Implek dan Ramadan, Harga Bawang Masih Normal

Sukri

Roby Jamin Stok Bahan Pokok Aman Selama PPKM Darurat

Aditya Lesmana

Pemkot Samarinda Pantau Dashboard Harian Pukul 11 Siang Cegah Inflasi

Dewi Ayu Purwati