Kalimantan Timur

Stok Hewan Kurban Kaltim Surplus, Ketergantungan Pasokan Luar Daerah Masih Tinggi

Teks: Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Fadli Sufiani saat memberikan keterangan pers, Selasa 12/5/2026. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Kalimantan Timur (Kaltim) diprediksi surplus hewan kurban pada Iduladha 2026. Namun di tengah tingginya kebutuhan masyarakat, kemampuan peternak lokal baru mampu menyuplai sebagian kecil dari total kebutuhan ternak di daerah.

Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Fadli Sufiani mengungkapkan saat ini total ketersediaan hewan kurban di Kaltim mencapai sekitar 28.688 ekor. Sementara kebutuhan masyarakat diperkirakan berada di angka 18.525 ekor.

“Kalau melihat neraca stok dan kebutuhan, sebenarnya aman. Bahkan surplus. Kami lebih memilih menyiapkan stok lebih besar daripada nanti permintaan meningkat tapi pasokan tidak tersedia,” ujarnya, Selasa 12 Mei 2026.

Prediksi kebutuhan tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, jumlah pemotongan hewan kurban tercatat sekitar 17 ribu ekor, naik signifikan dibanding 2024 yang hanya sekitar 11 ribu ekor.

Fadli menilai tren kenaikan itu menjadi indikator meningkatnya daya beli sekaligus minat masyarakat untuk berkurban.

“Kami melihat tren pemotongan terus naik. Mudah-mudahan tahun ini juga meningkat, karena antusiasme masyarakat untuk berkurban cukup baik,” katanya.

Meski stok mencukupi, kemampuan peternak lokal masih jauh dari kata ideal. Dari total hampir 29 ribu ekor hewan kurban yang tersedia, hanya sekitar 17 persen yang berasal dari peternak lokal Kaltim. Sisanya masih didatangkan dari luar daerah.

“Kurang lebih 70 persen stok kita masih dari luar Kaltim. Kemampuan lokal kita untuk memenuhi kebutuhan kurban itu baru sekitar 17 persen,” ungkapnya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah besar, terutama di tengah tingginya kebutuhan hewan kurban setiap tahun. Ketergantungan terhadap daerah pemasok dinilai membuat stabilitas harga dan distribusi rentan terganggu.

Untuk memperkuat produksi lokal, pemerintah daerah mulai mendorong pola pengembangan peternakan berbasis koperasi melalui program pengembangan desa koperasi ternak atau PDKT.

Melalui skema itu, kelompok peternak digabung menjadi koperasi dan diberikan bantuan ternak untuk penggemukan serta pembiakan.

“Kalau ada bantuan 100 ekor sapi, 60 untuk penggemukan dan 40 untuk pembiakan. Yang penggemukan itu jadi core bisnisnya, terutama menjelang Iduladha seperti sekarang,” jelasnya.

Selain sapi, ketersediaan kambing dan domba juga disebut aman. Untuk kambing, stok tercatat mencapai 9.422 ekor dengan kebutuhan sekitar 6.713 ekor. Sedangkan domba tersedia sekitar 1.284 ekor dengan kebutuhan 779 ekor.

Menariknya, minat masyarakat terhadap domba disebut mulai meningkat dalam beberapa tahun terakhir, baik untuk penggemukan maupun kurban.

“Dulu domba belum terlalu diminati, sekarang mulai banyak peminatnya. Jadi kebutuhan juga ikut naik,” kata Fadli.

Sementara untuk kerbau, permintaan masih relatif kecil. Tahun lalu jumlah pemotongan hanya sekitar lima ekor, meski stok yang disiapkan mencapai 15 ekor.

Di sisi harga, pasar hewan kurban tahun ini diperkirakan cukup variatif. Harga sapi hidup dipatok berdasarkan berat badan, yakni sekitar Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.

Dengan skema itu, sapi berbobot 200 kilogram diperkirakan dijual di kisaran Rp14 juta hingga Rp16 juta. Sementara sapi dengan bobot lebih besar bisa menembus harga Rp20 juta hingga Rp120 juta per ekor.

“Harga tergantung bobot dan kualitas. Tapi kurban itu bukan cuma soal murah atau mahal, yang penting hewannya sehat, tidak cacat, dan memenuhi syarat,” tegasnya.

Meski stok dinyatakan surplus, tantangan menjaga stabilitas distribusi dan memperkuat peternak lokal diprediksi tetap menjadi isu utama menjelang puncak kebutuhan hewan kurban tahun ini.

Related posts

ESDM Kaltim Ungkap Penyebab Longsor Batuah dan Tantangan Pengawasan Tambang

Nanda

Pelayanan Gratis dan Beragam Hiburan Menarik di Pesta Rakyat Kaltim 2024

Laras

Di Konferensi PWI Berau, Abdurrahman Amin Sampaikan Program Wartawan Spesialis

Aminah