Kalimantan Timur

Bentrok Susul Aksi 21 April, Water Cannon Dikerahkan di Depan Kantor Gubernur Kaltim

Teks: Massa Bertahan di Depan Kantor Gubernur Kaltim Saat Water Cannon Mulai Disemprotkan Untuk Membubarkan Aksi Hang Memanas, Selasa,21/4/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Situasi aksi unjuk rasa 21 April 2026 di depan Kantor Gubernur Kaltim yang sebelumnya berlangsung relatif kondusif berubah ricuh pada Selasa 21 April 2026 petang, sekitar pukul 18.28 Wita.

Kericuhan terjadi setelah sebagian massa masih bertahan di kawasan Teras Samarinda, meski mobil komando telah meninggalkan lokasi dan massa utama mulai membubarkan diri.

Sisa massa yang bertahan mulai menunjukkan eskalasi emosi dengan melemparkan sampah botol air mineral ke arah area Kantor Gubernur Kaltim.

Tidak hanya itu, massa juga terlihat menyalakan api di dua titik, tepat di sisi kanan dan kiri gerbang kantor gubernur. Api tersebut memperkeruh situasi dan memicu respons cepat aparat keamanan.

Ketegangan meningkat saat terjadi dorong-dorongan dan benturan antara massa dan polisi di tengah kondisi yang semakin padat dan minim pencahayaan, setelah lampu di sekitar lokasi padam.

Aparat gabungan dari kepolisian dan unsur pengamanan lainnya kemudian bergerak maju untuk menertibkan massa. Imbauan melalui pengeras suara terus disampaikan agar massa segera membubarkan diri secara tertib.

“Silakan membubarkan diri, jaga situasi tetap kondusif,” terdengar imbauan aparat di lokasi.

Namun, imbauan tersebut tidak sepenuhnya diindahkan. Massa justru terus melakukan pelemparan sampah ke arah aparat, bahkan saat kendaraan taktis mulai dikerahkan ke garis depan.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar terlihat memimpin langsung pengendalian situasi dari lapangan. Melalui pengeras suara, ia memberikan komando kepada personel untuk maju secara terukur dalam upaya membubarkan massa.

Seiring meningkatnya eskalasi, aparat akhirnya mengerahkan kendaraan taktis water cannon untuk memukul mundur massa.

Semprotan air bertekanan tinggi diarahkan ke titik-titik konsentrasi massa yang bertahan di depan gerbang Kantor Gubernur Kaltim.

Meski sempat mendapat perlawanan, perlahan massa mulai terdesak mundur dari area utama. Aparat terus bergerak maju untuk memastikan kawasan steril dan situasi kembali terkendali.

Hingga malam hari, aparat masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi kericuhan lanjutan.

Peristiwa ini menjadi penutup dari rangkaian panjang aksi 21 April di Samarinda yang sejak pagi diwarnai demonstrasi besar dengan berbagai tuntutan terhadap Pemerintah Provinsi Kaltim.

Related posts

Pertama di Indonesia, Penyaluran Dana FCPFCF Perlu Diawasi

Irawati

Arah Baru RS Islam Samarinda, Alih Kelola atau Pembangunan Ulang

Ellysa Fitri

Kaltim Terjunkan Personel Berpengalaman, Siap Beri Pelayanan Terbaik

Sukri