Samarinda, Natmed.id – Di tengah pengamanan ketat jelang puncak aksi unjuk rasa 21 April 2026, Pemerintah Provinsi Kaltim memasang sejumlah spanduk berisi imbauan damai di kawasan Kantor Gubernur Kaltim.
Pantauan di lapangan, spanduk-spanduk imbauan damai terbentang di pagar depan Kantor Gubernur Kaltim. Sementara pengamanan diperketat dengan pemasangan kawat berduri dua lapis di sejumlah ruas jalan sekitar, mulai dari Jalan Gunung Semeru, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Gunung Kinabalu.
Salah satu pesan yang terpampang berbunyi “Sampaikan suara hari ini, jaga kedamaian esok hari. Jangan biarkan tanah ini terluka oleh tangan kita sendiri.”
Selain itu, terdapat pula pesan yang mengapresiasi penyampaian aspirasi secara damai “Terima kasih pejuang aspirasi, suaramu cerdas langkahmu damai itulah ciri kemajuan Kaltim masa depan.”
Di sisi lain, pengamanan di kawasan Kantor Gubernur terus diperketat. Ratusan aparat gabungan terlihat bersiaga sejak pagi hari, lengkap dengan kendaraan taktis yang telah disiagakan di halaman kantor.
Area dalam kantor gubernur juga disterilkan dari masyarakat umum, termasuk awak media. Pembatasan akses ini dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi eskalasi massa.
Seorang petugas keamanan di pintu belakang kantor menyebut kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung dari atasan.
“Kami dapat perintah untuk tidak memperbolehkan siapa pun masuk, termasuk media yang ingin meliput,” ujarnya.
Pemasangan spanduk imbauan damai di tengah pengamanan berlapis dinilai sebagai pendekatan persuasif pemerintah dalam meredam potensi ketegangan.
Di satu sisi, langkah pengamanan menunjukkan kesiapan aparat menghadapi kemungkinan terburuk. Namun di sisi lain, pesan-pesan damai yang disampaikan melalui spanduk menjadi sinyal bahwa pemerintah berharap aksi tetap berlangsung tertib tanpa kekerasan.
Hingga siang, situasi di sekitar Kantor Gubernur Kaltim masih terpantau kondusif, sementara pergerakan massa aksi dilaporkan mulai terkonsentrasi di kawasan Kantor DPRD Kaltim.
Aksi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada siang hingga sore hari, dengan tuntutan yang mencakup isu pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta evaluasi kebijakan pemerintah daerah.
