Kalimantan Timur

Ridwan Tassa Siap Maju di Muswil KKSS Kaltim, Dorong Reformasi Organisasi dan Peran Anak Muda

Teks: Ketua Harian BPW KKSS Kaltim Ridwan Tassa Saat Memberikan Keterangan Pers, Sabtu,11/4/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim yang dijadwalkan pada 16–17 Mei 2026 dipastikan menjadi momentum penting bagi arah baru organisasi tersebut.

Selain memilih ketua periode 2026–2031, forum tersebut juga diharapkan menjadi ruang evaluasi sekaligus reaktualisasi peran KKSS di tengah perubahan zaman.

Di tengah menguatnya dorongan pembaruan organisasi, Ketua Harian BPW KKSS Kaltim Ridwan Tassa menyatakan kesiapan maju dalam kontestasi kepemimpinan mendatang.

Ia menilai KKSS membutuhkan perubahan mendasar, terutama dalam tata kelola organisasi, pola pikir, serta regenerasi kepemimpinan.

“KKSS ini menurut saya perlu segera melakukan perubahan. Perubahan dari tata kelola pengelolaannya dan itu memerlukan waktu, pikiran, dan tenaga,” ujar Ridwan, Sabtu 11 April 2026.

Ia mengaku siap mendedikasikan waktu dan tenaga untuk membawa organisasi ini menuju arah yang lebih adaptif. Menurutnya, status pensiun justru memberi ruang lebih besar untuk fokus membenahi organisasi paguyuban terbesar warga Sulawesi Selatan di Kaltim tersebut.

“Insyaallah saya siap untuk meluangkan waktu, menyumbangkan pikiran dan tenaga saya karena saya sudah pensiun,” katanya.

Ridwan bukan figur baru di tubuh KKSS. Ia menyebut telah aktif lebih dari tiga dekade dan mengikuti dinamika organisasi sejak era kepemimpinan Andalas. Pengalaman panjang itu menjadi modal utama untuk memahami persoalan internal sekaligus kebutuhan perubahan ke depan.

“Saya mengikuti KKSS ini sejak jadi pengurus zaman Pak Andalas. Sudah lebih 30 tahun saya aktif di KKSS,” ungkapnya.

Dalam rekam jejak organisasinya, Ridwan pernah menjabat sebagai Ketua Harian selama 10 tahun, Wakil Ketua selama 10 tahun, Ketua KKSS Kota Samarinda, hingga Sekretaris KKSS. Dengan pengalaman tersebut, ia merasa memahami secara detail kekuatan maupun tantangan organisasi.

“Saya sangat paham apa yang terjadi di KKSS dan saya juga paham bahwa harus ada yang dilakukan untuk perubahan-perubahan,” tegasnya.

Pembaruan organisasi tak cukup hanya mengganti figur ketua. KKSS, kata dia, perlu mengubah cara berpikir agar lebih responsif terhadap perkembangan sosial dan teknologi.

“Perubahan itu baik dari sisi cara berpikir maupun perubahan-perubahan yang kita lakukan karena kemajuan zaman,” ujarnya.

Ia menilai organisasi paguyuban tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama yang terlalu bergantung pada figur senior semata. Meski tetap menghormati nilai-nilai kebijaksanaan para tokoh terdahulu, Ridwan menegaskan saat ini KKSS harus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda.

“Kita tidak lagi seperti dulu yang jadi pengurus adalah orang-orang tua dengan nilai karisma tinggi. Saya kira sekarang yang harus kita gunakan adalah anak-anak muda yang bisa bekerja dan bisa berbuat,” katanya.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa isu regenerasi akan menjadi tema sentral dalam Muswil mendatang. Di tengah perkembangan ekonomi dan sosial Kaltim yang pesat, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), organisasi kemasyarakatan dituntut memiliki kader muda yang aktif, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Ridwan juga menekankan pentingnya soliditas internal antara pengurus wilayah, badan otonom, pilar organisasi, hingga kepengurusan daerah. Menurutnya, kekuatan KKSS harus dimulai dari konsolidasi di dalam.

“KKSS harus bermanfaat. Dia harus solid di dalam dengan seluruh pilar, badan otonom, dan pengurus daerahnya,” ucapnya.

Namun kekuatan internal saja tidak cukup. Ia menilai KKSS juga harus memiliki citra positif di luar dan hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

“Kemudian dia harum di luar karena menjadi penyemangat dan berkontribusi pada pembangunan daerah di mana kita berada, yaitu Kaltim saat ini,” lanjutnya.

Related posts

Sumbangan Kaltim Untuk Korban Gempa Cianjur Terbesar

natmed

Kebersamaan Umat Beragama Dalam Jalan Sehat HAB ke-79

Aras Febri

HPN Kaltim Kecewa, Minta Kepala Otorita IKN Diganti

Nediawati