Samarinda, Natmed.id – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas Warga Negara Asing (WNA).
Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi forum Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) guna memastikan stabilitas keamanan, khususnya di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Kantor Imigrasi Samarinda Misnal Ariyanto menegaskan bahwa pengawasan orang asing tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu instansi saja. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan negara.
“Makanya ada forum ini (Timpora). Forum ini tidak sembarang pilih instansi, karena semua instansi yang tergabung adalah mereka yang tugas dan fungsinya berkaitan langsung dengan pengawasan,” ujar Misnal.
Misnal menjelaskan bahwa kekuatan pengawasan saat ini telah menjangkau lapisan pemerintahan terkecil. Sinergi ini melibatkan unsur TNI, Polri, hingga perangkat daerah di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Ada kepolisian, ada Kodim, ada OPD-OPD dari pemerintah daerah, termasuk sampai ke level yang paling kecil, kecamatan, bahkan sampai kelurahan. Sinergi yang kuat antar-instansi ini dapat memberikan efek yang luar biasa bagi kita dalam pengawasan orang asing,” tambahnya.
Mengenai tren kedatangan WNA, Misnal menyebutkan bahwa meskipun di Samarinda belum memiliki pintu perlintasan internasional langsung, mobilitas orang asing tetap terpantau tinggi melalui jalur domestik dari kota-kota besar lainnya. Hal ini tak lepas dari pesatnya pembangunan IKN yang menarik minat tenaga kerja maupun investor asing.
“Kalau untuk kedatangan orang asing, memang di Samarinda ini belum ada perlintasan yang langsung ya. Namun, kami selalu melakukan pengawasan sampai ke wilayah kerja kami yang mencakup Kota Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu,” jelasnya.
Terkait kehadiran IKN, Misnal melihat fenomena ini sebagai peluang sekaligus tantangan. Kehadiran WNA diharapkan dapat memberikan stimulan positif bagi roda ekonomi di Samarinda.
“IKN ini kan proses pembangunannya melibatkan tidak hanya orang Indonesia, tapi juga ada orang asing. Tentunya ini akan berdampak pada tingkat mobilitas orang asing di wilayah IKN dan sekitarnya, termasuk Samarinda,” tambahnya.
Ia berharap agar keberadaan warga asing ini tetap tertib secara administrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
“Keberadaan orang asing ini tentu paling tidak membawa dampak kepada perekonomian, khususnya di Kota Samarinda. Kita harapkan ini bisa mengangkat perekonomian masyarakat,” pungkas Misnal.
