Samarinda

Petugas Sampah Teras Samarinda Harus Kerja Ekstra

Teks: Ririn, Petugas Kebersihan di Teras Samarinda, kepada Natmed.id, Minggu, 29/3/26 (Natmed.id/sahal)

Samarinda,Natmed.id –Pengunjung Teras Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) setiap hari menyisakan pekerjaan rutin bagi petugas kebersihan.Karena kesadaran masyarakat akan kebersihan masih kurang.

Mau tidak mau petugas kebersihan yang bertugas di kawasan Teras Samarinda harus bekerja ekstra untuk  menjaga kawasan tetap bersih.

Para pasukan kuning itu, setiap malam harus memastikan kawasan tetap bersih, meski masih dihadapkan pada berbagai kebiasaan pengunjung yang belum sepenuhnya tertib dan punya kepedulian terhadap kebersihan.

Ririn, petugas kebersihan yang bertugas di kawasan Teras Samarinda, bersama empat petugas kebersihan lainnya harus membagi tugas agar seluruh area tetap terjangkau dalam waktu singkat.

“Yang bertugas di sini ada lima orang. Jadi harus berbagi tugas, ada yang menyapu, ada yang kumpulkan sampah, supaya semua tetap bisa tertangani,” ungkapnya, Minggu, 29 Maret 2026.

Selain itu, pengumpulan sampah dilakukan setiap malam, mulai pukul 21.00 hingga sebelum pukul 22.00. Waktu yang sempit ini menuntut pekerjaan dilakukan secara cepat, meski kondisi di lapangan tidak selalu mendukung.

“Kami mulai sekitar jam sembilan malam sampai sebelum jam sepuluh. Jadi harus cepat kami membersihkannya karena waktunya kan tidak lama,” katanya.

Lebih lanjut, lonjakan volume sampah biasanya terjadi pada akhir pekan, terutama malam Minggu, ketika jumlah pengunjung meningkat signifikan dibanding hari biasa.

“Kalau malam Minggu, sampahnya jauh lebih banyak dari hari biasa. Jadi kami harus kerja lebih ekstra,” terangnya.

Ia menambahkan, persoalan mendasar justru datang dari perilaku pengunjung yang belum disiplin dalam membuang sampah.

Petugas masih harus melakukan pemilahan ulang karena sampah kerap tercampur tanpa memperhatikan jenisnya.

“Masih sering ditemukan sampah yang tidak dipilah. Banyak yang mencampur sampah organik dan non-organik, jadi kami harus memilah lagi satu per satu,” ungkapnya.

Beban kerja petugas bertambah bukan hanya karena volume sampah, tetapi juga karena kurangnya kepedulian pengunjung terhadap aturan dasar kebersihan.

Menurutnya, perilaku pengunjung terhadap fasilitas juga menjadi sorotan. Area rumput yang telah ditata masih sering diinjak, meskipun jelas terdapat peringatan bukan diperuntukkan sebagai jalur akses.

“Masih sering ada yang menginjak rumput, padahal itu sudah dirawat. Kalau sering diinjak, rumput jadi cepat rusak,” tutupnya.

Related posts

Barkati: Jembatan Mahakam IV Mampu Ambil Perhatian Warga Samarinda

natmed

Menjelajahi Dunia Psikologi, Zahro Maba UMKT yang Lintas Jurusan ke Psikologi

Aminah

Tiga Dekade Berdagang di Pasar Segiri, Arjuna Terpukul Kehilangan Ruko dan Mesin Es

Sukri