Samarinda

Andi Harun Perketat Ikat Pinggang APBD, Pangkas Belanja Konsumtif demi Prioritas Pelayanan Dasar

Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun Saat Memberikan Keterangan Pers. (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Di tengah ambisi besar mempercantik wajah kota, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan pembangunan terletak pada kesehatan fiskal daerah.

Ia menerapkan kebijakan disiplin fiskal yang ketat dengan melakukan perombakan besar-besaran pada struktur belanja daerah, mengalihkan fokus dari pengeluaran rutin birokrasi menuju investasi infrastruktur yang menyentuh langsung kepentingan publik.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang bersumber dari pajak rakyat kembali dalam bentuk fasilitas pelayanan yang berkualitas dan nyata.

Salah satu terobosan paling signifikan dalam tata kelola keuangan saat ini adalah keberanian pemerintah kota untuk menyisir kembali pos-pos anggaran yang selama ini dianggap sebagai beban bagi APBD.

Andi Harun menekankan bahwa belanja daerah harus memiliki daya ungkit ekonomi dan dampak sosial yang terukur.

Ia juga menjelaskan prinsip efisiensi yang menjadi napas pemerintahannya secara gamblang.

“Belanja-belanja yang tidak produktif kita pangkas, untuk fokus pada pelayanan dasar dan infrastruktur,” tegas Andi Harun dalam sesi wawancara tersebut.

Dengan kebijakan ini, alokasi dana yang sebelumnya terserap untuk kegiatan seremonial atau rutin administrasi yang berlebihan, kini dialirkan untuk membiayai proyek-proyek vital seperti pembangunan 10 TPS insinerator modern dan perbaikan drainase kota.

Dalam menghadapi tawaran investasi besar dari pihak ketiga, terutama terkait teknologi pengolahan sampah mutakhir dari luar negeri, Andi Harun menunjukkan sikap yang sangat berhati-hati.

Ia secara tegas menolak skema kerja sama yang berisiko menyandera keuangan daerah di masa depan. Prinsip kehati-hatian ini menjadi pagar pengaman agar Samarinda tidak terjerat dalam beban utang yang berat.

“Untuk proyek investasi besar, kita menghindari penggunaan APBD sebagai jaminan (guarantor) guna menjaga kesehatan fiskal daerah di masa depan,” ungkapnya.

Wali Kota Andi Harun lebih mendorong skema kemitraan murni business to business (B2B), di mana pihak swasta menanggung risiko investasi secara profesional.

Hal ini memungkinkan masuknya teknologi canggih seperti waste to energy atau sistem hidrolisis tanpa mempertaruhkan stabilitas kas daerah.

Meskipun infrastruktur dibangun dengan dana yang diefisiensikan secara ketat, Andi Harun mengingatkan bahwa hasil pembangunan tersebut akan sia-sia tanpa adanya rasa memiliki dari warga.

Ia memandang estetika dan kebersihan kota sebagai bentuk investasi sosial yang membutuhkan komitmen kolektif. Dia menitipkan pesan kuat kepada seluruh elemen warga Samarinda.

“Saya minta dukungan warga Samarinda secara masif untuk kita menjaga kota kita tetap bersih, kota kita tampil estetik, dan kita bangga sebagai warga Samarinda,” pungkasnya.

Melalui kombinasi disiplin fiskal yang ketat dan partisipasi publik yang luas, Samarinda optimistis dapat mewujudkan pembangunan yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga sehat secara finansial dan berkelanjutan secara lingkungan.

Related posts

Kenalkan Antikorupsi Sejak Dini, Inspektorat Samarinda Segera Buka Kunjungan Pelajar

Rhido

Polresta Samarinda Ungkap Penipuan Tiket Konser SO7, Pelaku Raup Rp270 Juta

Intan

APBD Turun Drastis, Terowongan Samarinda Tak Bisa Lagi Dibiayai Sekaligus

Aminah