Olahraga

Olahraga Padel dan Pilates di Samarinda Melejit, Disporapar Dorong Jadi Tren Berkelanjutan

Teks: Kepala Disporapar Kota Samarinda Muslimin Saat Wawancara, Kamis,26/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Minat masyarakat Kota Samarinda terhadap olahraga baru seperti padel dan pilates semakin meningkat. Fenomena ini terlihat dari banyaknya fasilitas olahraga tersebut yang berdiri hampir di setiap kecamatan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin mengatakan antusias masyarakat menjadi indikator kuat bahwa olahraga padel dan pilates bisa berkembang lebih dari sekadar rekreasi.

“Perkembangan olahraga padel di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, kini merambah ke Samarinda. Terbukti dari banyaknya tempat padel yang dibangun, bahkan hampir di setiap kecamatan ada. Ini menunjukkan antusias masyarakat sangat tinggi,” ujar Muslimin, Kamis 26 Maret 2026.

Meski saat ini padel belum termasuk cabang olahraga prestasi di KONI Pusat maupun KONI Kaltim, Disporapar tetap melakukan pembinaan dan pengawasan agar potensi olahraga ini bisa berkembang.

Bahkan, pihaknya pernah menggelar kejuaraan padel di OBR, yang menjadi bukti bahwa olahraga ini dapat dipertandingkan.

“Walaupun saat ini lebih masuk kategori olahraga rekreasi atau kemasyarakatan, kami tetap berharap ke depan olahraga ini bisa menjadi cabang prestasi,” tambahnya.

Pertumbuhan padel dan pilates juga memberi dampak ekonomi yang signifikan. Pembangunan lapangan, pengelolaan fasilitas, hingga penyediaan tenaga kerja lokal menjadi peluang ekonomi baru bagi warga Samarinda.

Pedagang pun bisa memanfaatkan lokasi untuk berdagang saat pertandingan atau latihan berlangsung.

“Multi-effort-nya jelas. Perekonomian di wilayah sekitar lapangan padel akan berkembang, tenaga kerja lokal terserap dan masyarakat bisa menikmati hiburan sekaligus olahraga. Kita berharap ini tidak hanya musiman, tapi menjadi tren dan gaya hidup berkelanjutan,” kata Muslimin.

Meski demikian, pihak Disporapar tetap waspada terhadap risiko musiman yang pernah terjadi di negara lain, seperti Swedia dan Swiss, di mana beberapa lapangan padel tidak lagi digunakan setelah tren menurun.

“Kita ingin tren padel di Samarinda benar-benar berkelanjutan. Olahraga ini harus digunakan untuk kesehatan, silaturahmi, dan interaksi sosial, bukan hanya sekadar tren sesaat,” tuturnya.

Disporapar juga mendorong keterlibatan investor dan pengusaha lokal untuk mendukung pengembangan cabang olahraga ini, termasuk kemungkinan pembangunan sport center lengkap dengan fasilitas padel dan tenis.

Dengan koordinasi yang tepat, diharapkan olahraga padel dan pilates dapat berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Samarinda.

“Antusias masyarakat luar biasa, dan kita akan terus memantau serta mendukung agar perkembangan ini bisa bertahan lima hingga sepuluh tahun ke depan,” tandasnya.

Related posts

Kapolresta Samarinda Tegaskan Night Race Bukan Ajang Judi, Melanggar Kami Sikat!

Sahal

KONI Kaltim Minta Atlet Soft Tenis Fokus Prestasi di BK Porprov VIII

Aminah

Wali Kota Probolinggo Tutup Turnamen Futsal Wali Kota Cup 2025 di GOR Mastrip

Sahal