Samarinda

10 TPS Insinerator Ramah Lingkungan Siap Operasi 2026 di Samarinda

Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun Bersama Dinas Terkait Saat Melakukan Peninjauan Pada Salah Satu Insinerator di TPS Samarinda Seberang, Kamis,26/3/26. (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengungkapkan bahwa pihaknya sedang merampungkan pembangunan 10 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang dilengkapi dengan teknologi insinerator mutakhir. Proyek strategis ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada semester pertama tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai solusi atas tantangan klasik perkotaan terkait penumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan dampak polusi yang menyertainya.

Salah satu keunggulan utama dari perangkat yang diperkenalkan ini adalah aspek ramah lingkungannya. Berbeda dengan pembakaran konvensional yang melepaskan emisi berbahaya ke udara, teknologi ini dirancang untuk bekerja tanpa meninggalkan jejak polusi udara yang mencolok.

“Kita membangun 10 TPS yang kita lengkapi dengan insinerator. Insinerator ini tanpa cerobong asap karena filtrasinya menggunakan filtrasi air,” ujar Andi Harun dalam sesi wawancara pada Kamis, 26 Maret 2026.

Sistem filtrasi air ini berfungsi menangkap partikel debu dan zat kimia berbahaya hasil pembakaran sebelum dilepaskan, sehingga aman ditempatkan di area yang relatif dekat dengan pemukiman warga tanpa mengganggu kualitas udara sekitar.

Kekuatan utama dari 10 unit TPS ini terletak pada kapasitas pengolahannya yang luar biasa. Jika selama ini sampah hanya ditumpuk, dengan hadirnya insinerator ini, volume sampah dapat direduksi secara signifikan tepat di sumbernya atau di level kecamatan.
Andi Harun memaparkan rincian teknis mengenai kapasitas operasional alat tersebut.

“Satu unit itu dalam 8 jam kerja kapasitasnya 20 ton. Kalau kita fungsikan 2 shift sampai 3 shift, berarti satu unit itu bisa 40 ton sampai 60 ton. Kalau 10 unit berarti kapasitas kita antara 400 ton sampai 600 ton,” jelasnya.

Dengan asumsi operasional maksimal tiga shift, fasilitas ini mampu melenyapkan hingga 600 ton sampah per hari. Angka ini sangat krusial mengingat total produksi sampah harian Kota Samarinda yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.

Target utama dari pengoperasian 10 TPS Insinerator ini adalah untuk drastis mengurangi beban di TPA Sambutan. Dengan sistem ini, sampah tidak lagi sekadar dipindahkan dari rumah warga ke TPA, melainkan habis dikelola di tingkat TPS.

Selain itu, target waktu pengoperasian juga telah ditetapkan secara spesifik oleh Pemerintah Kota Samarinda.

“Insyaallah sebelum Juni 2026, itu sudah bisa kita fungsikan,” tambahnya.

Meski teknologi telah disiapkan, Wali Kota Andi Harun menekankan bahwa mesin sehebat apa pun tidak akan maksimal tanpa perubahan perilaku masyarakat dalam membuang sampah. Ia berharap adanya dukungan masif dari seluruh elemen warga untuk menjaga estetika kota.

“Saya minta dukungan warga Samarinda secara masif untuk kita menjaga kota kita tetap bersih, kota kita tampil estetik, dan kita bangga sebagai warga Samarinda,” pungkasnya.

Dengan integrasi teknologi tanpa asap dan dukungan masyarakat, Samarinda optimistis dapat menjadi model percontohan nasional dalam pengelolaan sampah perkotaan yang mandiri dan berkelanjutan.

Related posts

Kurangi Kemacetan dan Banjir, TPS Teuku Umar Dibongkar

Aminah

Alumni Doktor Manajemen Pendidikan Unmul Siap Perkuat Dunia Pendidikan

Ellysa Fitri

Perpisahan Purnatugas, Empat Kepala SMA di Samarinda Berbagi Kenangan dan Harapan

Aminah