Samarinda

Pos Terpadu Samarendah Catat Puluhan Kecelakaan, Layanan Kesehatan Pemudik Masih Terbatas

Teks: Suasana Pos Terpadu di Taman Samarendah yang Melayani Pemudik Selama Lebaran, Kamis,19/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Pos terpadu pengamanan mudik di kawasan Taman Samarendah mulai menerima laporan insiden selama arus mudik Lebaran. Meski belum ditemukan kasus kelelahan pemudik secara signifikan, puluhan kecelakaan lalu lintas justru telah tercatat.

Teks: Kwanfu Relawan PMI Berjaga di Pos Terpadu Taman Samarendah, Kamis,19/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Relawan PMI Kota Samarinda Kwanfu menyebut hingga saat ini pihaknya lebih banyak menangani laporan kecelakaan dibanding keluhan kelelahan dari pemudik.

“Untuk pemudik sendiri, sejauh ini belum ada yang kelelahan. Paling beberapa kasus kecelakaan yang kita tangani,” ujarnya saat, Kamis 19 Maret 2026

Berdasarkan laporan yang diterima, jumlah kecelakaan yang terjadi selama periode pengamanan mudik diperkirakan mencapai puluhan kasus.

“Dari laporan yang masuk sekitar ada 30-an, tapi pastinya saya kurang tahu karena sistemnya kita sif,” jelasnya.

Kwanfu mengungkapkan, minimnya laporan kelelahan bukan berarti kondisi pemudik sepenuhnya aman. Ia menilai hal ini lebih disebabkan karena pemudik jarang singgah ke pos untuk melaporkan kondisi kesehatannya.

“Keluhan pemudik hampir tidak ada, karena mereka jarang singgah ke sini. Biasanya kita dapat informasi kalau ada kejadian kecelakaan, baru kita bergerak,” katanya.

Dari sisi layanan, pos terpadu yang berada di bawah koordinasi Polresta Samarinda ini masih memberikan layanan kesehatan terbatas. Pemeriksaan yang tersedia hanya sebatas pengecekan tekanan darah (tensi) dan penanganan darurat.

“Untuk layanan kesehatan sementara hanya tensi dan standby kalau ada kecelakaan,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, pos pelayanan kesehatan mudik di Samarinda hanya tersedia di dua titik, yakni di Taman Samarendah dan kawasan Palaran.

Meski belum ada laporan kelelahan, Kwanfu mengingatkan pentingnya kesiapan fisik sebelum melakukan perjalanan jauh. Ia menekankan bahwa kondisi tubuh dan kendaraan harus dipastikan dalam keadaan prima.

Ia juga membandingkan dengan kondisi tahun sebelumnya, di mana sejumlah pemudik sempat datang ke posko dengan keluhan kelelahan hingga sesak napas.

“Tahun lalu ada yang datang ke sini mengeluh capek, pusing, bahkan sesak napas. Kita istirahatkan, kasih oksigen sampai membaik baru melanjutkan perjalanan,” katanya.

Namun, untuk tahun ini, kasus serupa belum ditemukan, meski pemantauan masih terus dilakukan oleh petugas yang bekerja secara bergantian.

Pos terpadu ini dijadwalkan beroperasi hingga akhir periode arus mudik dan balik Lebaran, sekitar 24 hingga 30 Maret 2026.

Related posts

NU Samarinda Siap Sukseskan Pilkada Serentak 2020

natmed

Terkait Pemberitaan Dugaan Intimidasi 5 Wartawan, Ketua DK PWI Kaltim Ingatkan Media Tetap Patuhi KEJ

natmed

Refleksi Ramadan Andi Harun di Haul Keluarga H Sarapping, Hidup Hanya Titipan

Sukri