Samarinda

Wali Kota Samarinda Dijadwalkan Salat Idulfitri dan Jadi Khatib di Masjid Raya Darussalam

Teks: Masjid Raya Darussalam yang Akan Menjadi Lokasi Salat Idulfitri Bersama Wali Kota Samarinda Andi Harun, Rabu,18/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Wali Kota Samarinda Andi Harun dijadwalkan melaksanakan Salat Idulfitri sekaligus menjadi khatib di Masjid Raya Darussalam. Persiapan pelaksanaan ibadah tersebut kini hampir rampung.

Ketua Yayasan Masjid Raya Darussalam Arnani menyebut kesiapan panitia telah mencapai sekitar 90 persen. Seluruh petugas pelaksanaan, mulai dari khatib, imam, hingga bilal, telah terkonfirmasi dan siap bertugas.

“Kalau persiapan sudah 90 persen, baik petugas khatibnya, imam, bilal itu sudah terkonfirmasi dan terkoordinasi. Insyaallah siap bertugas,” ujarnya saat ditemui di Kantor DKM, Rabu 18 Maret 2026.

Selain itu, berbagai elemen pendukung pelaksanaan, termasuk petugas penyelawat, juga telah disiapkan. Panitia kini tinggal menunggu hari pelaksanaan Salat Idulfitri.

Penunjukan Andi Harun sebagai khatib bukan kali pertama. Sebelumnya, Wali Kota Samarinda itu juga pernah menyampaikan khutbah di Masjid Raya Darussalam pada momen Iduladha.

“Ini yang kedua beliau jadi khatib di sini. Sebelumnya saat Iduladha,” jelasnya.

Kehadiran Wali Kota Andi Harun dalam Salat Idulfitri di Masjid Raya Darussalam sudah menjadi tradisi. Hampir setiap tahun kepala daerah melaksanakan salat di masjid tersebut, baik sebagai khatib maupun sekadar menghadiri dan memberikan sambutan.

“Kalau tidak jadi khatib, biasanya beliau memberikan sambutan. Hampir setiap tahun memang salat di sini,” ujarnya.

Usai pelaksanaan salat, panitia juga menyiapkan agenda silaturahmi sederhana bersama jemaah dan pemerintah kota.

“Setelah salat Aid biasanya ada silaturahmi bersama wali kota sambil menikmati hidangan seadanya. Yang penting kebersamaan setelah Ramadan,” tuturnya.

Dari sisi kapasitas, Masjid Raya Darussalam mampu menampung hingga 14 ribu jemaah dengan memanfaatkan tiga lantai bangunan. Namun, jumlah jemaah yang hadir biasanya berkisar di angka 10 ribu orang.

“Kalau maksimal bisa sampai 14 ribu. Biasanya sekitar 10 ribuan yang datang,” ungkapnya.

Pengaturan jemaah dilakukan dengan memisahkan laki-laki dan perempuan. Lantai satu digunakan untuk jemaah laki-laki, sementara perempuan ditempatkan di lantai dua dan tiga.

Arnani juga mengingatkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, di mana lonjakan jemaah sempat menyebabkan kepadatan hingga meluber ke kawasan sekitar.

“Dulu sampai ke Citra Niaga, penuh sekali. Bahkan ada yang sudah berada di depan barisan imam karena tidak bisa bergerak lagi,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian agar pelaksanaan tahun ini tetap tertib dan sesuai aturan saf dalam salat berjamaah.

“Walaupun penuh, tetap kita ingatkan agar tertib, karena ada aturan dalam saf salat,” tegasnya.

Untuk fasilitas parkir, sebagian besar kendaraan jemaah akan diarahkan ke luar area masjid karena keterbatasan lahan di dalam kawasan.

Related posts

Koperasi BSJ Evaluasi Kinerja 2 Tahun

Febiana

Pemkot Samarinda Siagakan Seluruh Unsur untuk Pengamanan Nataru

Aminah

IKA Unmul akan Salurkan Bantuan PT BBE untuk Warga Terdampak Covid-19

Febiana