Ekonomi

114 Kali Digelar, DPTPH Kaltim Kendalikan Inflasi Melalui Gerakan Pangan Murah Lintas Sektoral

Teks: Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan Saat Memberikan Keterangan Kepada Wartawan Selasa,17/3/26. (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) terus memperkuat komitmen dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan pokok bagi masyarakat.

Teks: Gerakan Pangan Murah di Depan Kantor DPTPH Kaltim, Selasa,17/3/26 (Natmed.id/Sukri)

Langkah nyata ini diwujudkan melalui masifnya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kini telah menjangkau berbagai lapisan wilayah di Bumi Etam.

Tercatat, hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 114 kali GPM telah berhasil diselenggarakan di seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan mengungkapkan bahwa intensitas kegiatan GPM ini merupakan respon cepat pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang hari besar keagamaan.

Menurutnya, akses terhadap pangan murah adalah hak masyarakat yang harus dijamin oleh negara melalui intervensi pasar yang tepat sasaran.

“GPM ini merupakan agenda nasional sekaligus daerah. Sampai hari ini, di seluruh Kalimantan Timur sudah terlaksana 114 kali GPM, baik yang bersumber dari dana APBD Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” ujar Fahmi Himawan pada Selasa, 17 Maret 2026

Meskipun saat ini pola konsumsi masyarakat mulai bergeser ke arah kebutuhan sandang atau pakaian menjelang lebaran, Fahmi menegaskan bahwa antusiasme warga terhadap komoditas pangan pokok tetap tidak surut.

Hal ini terlihat dari antrean warga yang tetap memadati gerai-gerai pangan untuk mendapatkan beras, minyak goreng, gula, hingga telur dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Keberhasilan penyelenggaraan pangan murah yang berkelanjutan ini disebutnya tidak lepas dari jalinan sinergi lintas sektor yang sangat solid.

Fahmi memberikan apresiasi khusus kepada Bank Indonesia (BI) yang konsisten memberikan dukungan fasilitas operasional, seperti penyediaan tenda dan peralatan pendukung lainnya yang memudahkan mobilisasi pedagang dan pembeli di lapangan.

Selain dukungan fasilitas, kolaborasi strategis juga dibangun bersama para pelaku usaha dan distributor besar guna memangkas rantai pasok yang panjang.

Beberapa pihak yang terlibat aktif dalam memasok komoditas berkualitas dengan harga terjangkau antara lain Pusda MBS, Varia Niaga Samarinda, ID Food, hingga Bulog.

“Kami berkolaborasi dengan banyak pihak. Dengan keterlibatan unit usaha ini, kita bisa memastikan harga yang sampai ke tangan warga adalah harga terbaik yang jauh lebih murah dibanding harga pasar konvensional,” pungkas Fahmi.

Related posts

Dampak Ekonomi Global Mulai Merambah Perekonomian di Indonesia

Muhammad

Citibank Mampu Meraub Keuntungan

Muhammad

Perketat BBM Subsidi untuk Lindungi Kuota Lokal dan Kendalikan Harga Pangan

Sukri