Samarinda

Lebih dari Sekadar Mainan, Mengulik Loyalitas Om Nazril dalam Labirin Koleksi Hot Wheels di Samarinda

Teks: Salah Satu Kolektor Hot Wheels Samarinda, Munazirullah Rahim atau Yang Sering Disapa Om Nazril Bersama Koleksinya Minggu,15/3/26.(Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Di tengah gempuran tren hobi yang datang dan pergi, Munazirullah Rahim atau yang akrab disapa Om Nazril di kalangan komunitas diecast Samarinda tetap kokoh berdiri di jalur yang ia pilih sejak belasan tahun lalu yaitu koleksi Hot Wheels.

Baginya, deretan mobil diecast yang memenuhi rak koleksinya bukan sekadar tumpukan besi dan plastik, melainkan rekam jejak dedikasi yang dimulai jauh sebelum hobi ini menjadi fenomena arus utama di Samarinda.

Perjalanan Nazril dimulai pada tahun 2010. Kala itu, saat masih menyandang status mahasiswa, ia mulai terpikat oleh detail dan estetika mobil-mobilan skala 1:64 tersebut.

Jika banyak kolektor pemula terjebak dalam euforia sesaat, Nazril justru membangun fondasi hobinya dengan kesabaran. Dari yang awalnya hanya membeli unit yang dianggap menarik mata, ia perlahan mulai memahami seluk-beluk casting, varian warna, hingga nilai historis dari setiap model yang dirilis.

Kini, setelah 16 tahun berlalu, koleksinya telah berkembang pesat. Namun, satu hal yang tidak berubah adalah prinsipnya. Di saat pasar diecast mulai disesaki oleh mereka yang hanya mengejar nilai investasi materi (cuan), Nazril tetap memegang teguh jati diri sebagai kolektor murni.

Sesi wawancara mengungkap pandangan kritis Nazril terhadap dinamika pasar saat ini. Ia mencatat bahwa ledakan minat terhadap Hot Wheels di Samarinda terjadi secara signifikan pascapandemi Covid-19 tahun 2019.

Sayangnya, popularitas ini dibarengi dengan munculnya praktik yang dianggap merusak ekosistem hobi, fenomena orang dalam dan para pemburu yang menimbun barang (scalper).

“Seni dari hobi ini sebenarnya ada pada proses hunting atau berburu di gantungan toko. Tapi sekarang tantangannya berat, seringkali barang bagus sudah habis sebelum sampai ke rak pajangan,” keluh Nazril saat diwawancara pada Minggu, 15 Maret 2026.

Menghadapi hal ini, Nazril lebih memilih cara-cara tradisional yang lebih mengedepankan persaudaraan, yaitu melalui sistem barter. Menurutnya, ada kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan uang ketika dua kolektor saling bertukar unit favorit mereka.

“Kalau saya pribadi lebih ke kolektor, lebih ingin menyimpan. Saya suka, saya beli, saya simpan. Dan yang paling asyik itu sebenarnya barter, karena pada dasarnya kita saling menyukai koleksi masing-masing,” tambahnya dengan nada antusias.

Tak ingin sekadar menjadi penyimpan, Nazril juga aktif bertransformasi menjadi konten kreator. Melalui kanal YouTube-nya yang bernama Ban Diecaster, ia mencoba membagikan pengetahuan yang ia miliki kepada generasi hunter yang lebih muda.

Ia terinspirasi oleh nama-nama besar seperti Ministry of Diecast yang berhasil membawa hobi ini ke level profesional. Bagi Nazril, membuat konten adalah cara untuk memberikan edukasi bahwa mengoleksi diecast adalah tentang apresiasi seni desain otomotif.

Fokus koleksinya pun lebih terarah, dengan kecintaan khusus pada model-model ikonik seperti Datsun Wagon dan seri Chevrolet Bel Air Gasser yang dikenal memiliki karakter kuat.

Sebagai salah satu sosok senior dalam hobi ini di Samarinda, Nazril memiliki harapan besar agar ekosistem kolektor di ibu kota Kalimantan Timur tidak kalah bersaing dengan kota-kota besar di Pulau Jawa.

Ia memimpikan adanya wadah yang lebih terorganisir di mana para kolektor bisa berkumpul, berbagi ilmu, dan mengadakan pameran skala besar.

“Harapannya ke depan, khususnya untuk para hunter di Samarinda, semoga kita bisa lebih dikenal secara luas. Potensi kita besar, dan saya ingin melihat komunitas di sini tumbuh sehat tanpa melupakan esensi dari hobi itu sendiri, yaitu kesenangan,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Related posts

CEO MSI Group Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan Melalui Lomba Jurnalistik Awal Tahun

Aminah

Kapolresta Samarinda Tekankan Strategi Komprehensif Pengamanan Mudik di Tengah Dinamika Global

Sukri

Bazar UMKM dan Pawai Obor Warnai Borneo Muharam Festival 2024 di Islamic Center Samarinda

Aminah