Olahraga

Tekan Balap Liar, Night Race Kapolresta Samarinda Cup 2026 Berakhir Tanpa Insiden

Teks: Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar Saat Diwawancarai Wartawan Minggu,15/3/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Gelaran Night Race Drag Bike Kapolresta Samarinda Cup Seri Ke-2 resmi ditutup dengan catatan positif, baik dari sisi prestasi maupun keamanan.

Ajang yang berlangsung selama dua hari, 13-14 Maret 2026 ini menjadi panggung bagi ratusan pembalap untuk menunjukkan kemampuan mereka di lintasan resmi, sekaligus menjadi strategi utama kepolisian dalam mengurangi aksi balap liar di jalanan umum.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyatakan bahwa antusiasme peserta pada seri kedua ini sangat luar biasa. Tercatat ada sekitar 550 rider yang berpartisipasi, dengan intensitas persaingan yang tinggi melalui lebih dari 650 starter. Para peserta memperebutkan podium di 12 kelas berbeda yang telah disiapkan oleh panitia dan IMI Kaltim.

Skala kompetisi ini pun meluas hingga ke luar wilayah Samarinda. Peserta tidak hanya datang dari kota sekitar seperti Bontang dan Tenggarong, tetapi juga dari Sangatta hingga jauh dari Banjarmasin serta Kotabaru, Kalimantan Selatan.

“Melibatkan sekitar 550 rider yang ada di wilayah Kota Samarinda dan kota-kota lainnya, seperti dari Bontang, dari Tenggarong, bahkan dari Sangatta dan dari Banjarmasin, dari Kotabaru Kalimantan Selatan pun juga ada tadi,” jelas Kombes Pol Hendri Umar saat diwawancara, Minggu 15 Maret 2026.

Kawasan Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Agus Salim, hingga Jalan Pahlawan berubah menjadi sirkuit jalan raya yang dipenuhi lautan manusia. Penonton memadati sisi lintasan sejak hari pertama hingga penutupan di hari kedua untuk mendukung pembalap jagoan mereka.

​”Penonton yang hadir pun juga sangat luar biasa. Rekan-rekan media tadi bisa saksikan di hari pertama maupun hari kedua, penonton hampir semuanya memenuhi sepanjang Jalan Kusuma Bangsa hingga sampai di Jalan Agus Salim dan juga di Pahlawan,” tambahnya.

Kapolresta Hendri Umar memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Kota Samarinda yang menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

Meskipun melibatkan lebih dari 600 starter, perlombaan dilaporkan berjalan tanpa ada satu pun insiden atau kecelakaan menonjol (zero accident). Selain itu, petugas memastikan tidak ada praktik perjudian atau aksi negatif lainnya yang menyertai jalannya event.

Dibalik kemeriahan kompetisi, pesan utama yang diusung adalah edukasi dan mitigasi. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa bakat generasi muda harus difasilitasi dalam wadah yang terstruktur dan sistematis agar tidak terjebak dalam balap liar yang berbahaya.

Sebagai bentuk komitmen, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltim bersama Kepolisian menerapkan sanksi berat bagi mereka yang tetap membandel melakukan balap liar di luar jalur resmi.

Peringatan keras juga disampaikan untuk setiap anggota kelompok motor atau individu yang ketahuan terlibat balap liar akan diberikan peringatan tegas. IMI Kaltim akan membekukan status keanggotaan mereka yang melanggar.

Lebih lanjut, pelaku balap liar dilarang keras mengikuti seluruh agenda atau ajang resmi yang diselenggarakan oleh IMI Kaltim di masa mendatang.

“Kegiatan ini adalah dari kita, untuk kita, dan hasilnya untuk warga Samarinda. Semoga ini memberikan inspirasi bahwa balapan yang benar adalah yang diakomodir oleh pihak terkait dengan standar keamanan yang jelas,” tegasnya saat menutup wawancara.

Acara diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan serta uang pembinaan bagi para pemenang yang diserahkan langsung oleh perwakilan IMI Kaltim dan jajaran Kapolresta Samarinda.

Related posts

Raih Hadiah dan Hidup Sehat, Dinkes Kaltim Ajak Masyarakat Meriahkan HKN 2025

Aminah

Jakarta Jadi Tempat Media Center PON XX Papua 2021

Febiana

PABBSI Samarinda Gelar Indonesia Muscle Championship, 156 Atlet Tampil.

natmed