Ekonomi

Pedagang Keluhkan Banjir di Wisata Belanja Ramadan Gor Segiri, Disporapar Akui Dampak Hujan Deras

Teks: Kepala Disporapar Samarinda Muslimin Usai Belanja di Wisata Belanja Ramadan, Kamis,12/3/26. (Natmed.id/Aminah).

Samarinda, Natmed.id – Sejumlah pedagang di kawasan Wisata Belanja Ramadan Gor Segiri Samarinda mengeluhkan genangan air yang sempat terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Kondisi itu dinilai cukup mengganggu aktivitas jual beli selama pelaksanaan bazar Ramadan.

Teks: Suasana Wisata Belanja Ramadan Di Halaman GOR Segiri Samarinda. (Natmed.id/Aminah)

Pemilik lapak Terang Bulan Mini Dans Dania mengaku genangan air sempat merendam sebagian area dagangannya, kondisi tersebut bahkan hampir mengenai peralatan jualan miliknya.

“Harapannya ke depan lebih ke perbaikan venue. Kemarin sempat banjir, airnya sampai bisa merendam kulkas,” ujarnya, Kamis 12 Maret 2026.

Selama bazar berlangsung sekitar 22 hari, penjualan terang bulan mini di lapaknya mampu menghabiskan sekitar lima kilogram adonan per hari atau sekitar 50 porsi.

“Sehari kira-kira sekitar lima kilo adonan, kurang lebih 50 porsi,” ujarnya.

Meski awal Ramadan cukup ramai, menurut Dania, jumlah pembeli mulai menurun memasuki 10 hari terakhir Ramadan.

“Awal-awal Ramadan ramai sekali. Tapi sekarang sudah 10 hari terakhir jadi agak menurun,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lain Farida, yang menjual aneka makanan seperti sushi, dimsum, mochi, dan bolen pisang di lokasi tersebut. Ia mengatakan cuaca menjadi tantangan utama bagi pedagang selama bazar berlangsung.

“Salah satu tantangannya memang cuaca, kemarin sempat banjir juga, tapi alhamdulillah masih ada pembeli yang datang,” ujarnya.

Farida biasanya berjualan di Car Free Day Segiri dan kawasan Wisata Kuliner Sempaja setiap akhir pekan. Namun selama Ramadan, ia mencoba membuka lapak di Wisata Belanja Ramadan Gor Segiri, antusiasme pengunjung sebenarnya cukup baik, meski tidak seramai saat awal Ramadan.

“Awal-awal ramai, kemudian agak turun, nanti biasanya menjelang akhir Ramadan bisa ramai lagi,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Samarinda (Disporapar) Muslimin mengakui genangan air memang bisa terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Kondisi tersebut dipicu oleh debit air yang tinggi sementara area bazar ditutup menggunakan tenda besar sehingga air membutuhkan waktu untuk mengalir.

“Kalau hujan deras memang tidak bisa kita hindari. Arealnya tertutup tenda, jadi rembesan airnya agak lambat turun,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan genangan tersebut tidak berlangsung lama. “Biasanya paling sekitar satu jam sudah kering lagi, karena drainase di sekelilingnya sudah diatur,” ujarnya.

Muslimin juga menyebut pemerintah telah melakukan sejumlah perbaikan di kawasan tersebut, termasuk pengaspalan area yang sebelumnya masih berupa tanah berpasir.

“Tahun ini sudah kita aspal, dulu masih pasir jadi kalau orang jalan debu banyak. Sekarang sudah lebih nyaman,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan Pasar Ramadan di kawasan GOR Segiri tidak menggunakan anggaran pemerintah secara langsung, melainkan dikelola melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

“Kegiatan Pasar Ramadan ini murni tanpa bantuan pemerintah. Kita bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memberikan ruang bagi pedagang dengan harga yang relatif murah,” ujarnya.

Related posts

GP Ansor Kutai Timur Respon Peluang Ekonomi Dibidang Penggemukan Sapi

Febiana

Gilfantee Lolos HKI, Perjuangan Musrifah Menjaga Brand dan Budaya Kaltim

Aminah

Pasar Tani PKS Hadir di Samarinda dan Bontang, Delapan Daerah Menyusul Bulan Depan

Aminah