Kalimantan Timur

Aset Daerah Harus Produktif, Gubernur Rudy Mas’ud Dorong Pembukaan Sumber PAD Baru

Teks: Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud

Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai menata ulang strategi keuangan daerah. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan daerah harus memperkuat kemandirian fiskal dengan membuka sumber-sumber pendapatan baru serta mengoptimalkan pemanfaatan aset milik pemerintah.

Menurut Rudy, ketergantungan daerah terhadap transfer dana dari pemerintah pusat tidak bisa terus dipertahankan. Karena itu, pemerintah daerah harus lebih kreatif menggali potensi ekonomi yang selama ini belum dimaksimalkan.

“Kita harus memperkuat kemampuan daerah sendiri. Jangan terus bergantung pada transfer pusat,” ujar Rudy Mas’ud di Samarinda belum lama ini.

Salah satu potensi yang dinilai sangat besar adalah aktivitas ekspor dan impor melalui pelabuhan di Kalimantan Timur. Selama ini, banyak komoditas dari Kaltim justru dikirim melalui pelabuhan di Pulau Jawa seperti Jakarta dan Surabaya. Akibatnya, sebagian aktivitas ekonomi serta potensi pajak dan retribusi tercatat di daerah lain.

Rudy menilai kondisi tersebut harus diubah. Jika ekspor dan impor dapat dilakukan langsung dari pelabuhan di Kaltim, maka perputaran ekonomi daerah akan meningkat dan potensi penerimaan daerah juga bisa bertambah.

Selain sektor kepelabuhanan, Gubernur juga menyoroti masih banyaknya aset milik pemerintah provinsi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menegaskan, aset daerah tidak boleh dibiarkan menganggur.

“Aset pemerintah harus produktif. Jangan sampai ada aset yang hanya menjadi beban tanpa memberikan manfaat bagi daerah,” tegasnya.

Pemanfaatan aset tersebut dapat dilakukan melalui berbagai skema kerja sama dengan badan usaha milik daerah maupun pihak swasta yang memiliki kemampuan pengelolaan.

Di sisi lain, Pemprov Kaltim juga tengah mengkaji pengembangan kawasan berikat logistik sebagai pusat aktivitas penyimpanan, pengolahan hingga distribusi barang impor maupun komoditas lokal.

Kawasan ini diharapkan mampu memperkuat sistem logistik sekaligus membuka peluang sumber pendapatan baru.

Salah satu lokasi yang dipertimbangkan berada di kawasan Sangasanga, Kutai Kartanegara, yang dinilai strategis karena berada di jalur Sungai Mahakam, jalur transportasi penting bagi aktivitas perdagangan di Kalimantan Timur.

Selain logistik, sektor perikanan juga menjadi perhatian. Pemerintah provinsi mendorong perusahaan daerah untuk membangun fasilitas penyimpanan hasil laut seperti cold storage guna mendukung distribusi dan pemasaran produk perikanan.

Sejumlah wilayah pesisir seperti Kutai Timur, Bontang, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Penajam Paser Utara hingga Paser memiliki produksi perikanan yang cukup besar, namun masih membutuhkan dukungan infrastruktur penyimpanan dan distribusi yang memadai.

Dengan fasilitas tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat dipasarkan lebih luas, bahkan berpeluang diekspor langsung ke negara tetangga yang secara geografis lebih dekat.

Rudy optimistis, jika potensi pelabuhan, logistik, perikanan dan pemanfaatan aset daerah dikelola secara maksimal, Kalimantan Timur tidak hanya menjadi daerah penghasil komoditas, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat perdagangan dan logistik di kawasan timur Indonesia.

“Kalau semua potensi ini kita kelola dengan baik, PAD akan semakin kuat dan pembangunan daerah bisa terus berjalan,” kata Rudy.

Related posts

HUT ke-6, Insitekaltim.Com Diharapkan jadi Media Independen

Aminah

Kaltim Tegaskan Komitmen Dukung Mahasiswa Wujudkan Visi Indonesia Emas

Nanda

Aulia-Rendi Resmi Dilantik, Kukar Siap Lanjutkan Program Idaman

Nanda