Samarinda

Camat Samarinda Ulu Siapkan Rekayasa Drainase Modern dan Optimalisasi Dana Probebaya

Teks: Camat Samarinda Ulu, Sujono Saat Memberikan Keterangan Pada Selasa,10/3/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Kecamatan Samarinda Ulu terus bergerak cepat dalam memetakan serta mengeksekusi solusi permanen bagi permasalahan genangan air yang kerap melanda titik-titik krusial, khususnya di kawasan Jalan Pramuka.

Melalui perencanaan anggaran tahun 2026, strategi penanganan kini diarahkan pada rekayasa aliran air berskala besar guna memecah kepadatan debit air yang selama ini menumpuk di pusat aktivitas masyarakat.

Camat Samarinda Ulu Sujono menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah melakukan normalisasi sekaligus pengalihan arus air yang selama ini menjadi penyebab utama banjir di Jalan Pramuka.

Salah satu poin krusial dalam perencanaan tahun ini adalah memutus ketergantungan saluran air Jalan Pramuka dari limpahan arus yang berasal dari arah Jalan M Yamin.

Sujono menjelaskan bahwa teknis pengerjaan akan melibatkan pembangunan drainase modern yang ditarik dari titik Simpang Empat Lembuswana.

“Rencana besar kita di tahun 2026 adalah menarik saluran air dari Simpang Empat menuju arah jembatan S Parman. Ini bertujuan agar air dari arah M Yamin tidak lagi bertumpu dan menumpuk di Jalan Pramuka, melainkan langsung terbagi dan mengalir menuju pembuangan akhir di sungai,” jelas Sujono.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban drainase di kawasan pendidikan dan pemukiman padat tersebut secara signifikan.

Selain proyek infrastruktur makro, percepatan pembangunan juga dilakukan melalui Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya).

Program ini menjadi instrumen penting untuk menjangkau area-area yang tidak tersentuh oleh anggaran besar Dinas PUPR, seperti parit-parit kecil di dalam gang serta jalan lingkungan.

Sujono memaparkan bahwa penggunaan dana Probebaya tetap mengacu pada komposisi proporsional, yakni 70 persen untuk pembangunan fisik dan 30 persen untuk pemberdayaan masyarakat.

Pembangunan fisik sebesar 70 persen, difokuskan pada pembuatan serta rehabilitasi drainase skala kecil di tingkat RT dan semenisasi jalan lingkungan guna memastikan mobilitas warga tetap terjaga.

Selain itu, pemberdayaan sebesar 30 persen sisanya, dialokasikan untuk berbagai kegiatan peningkatan kapasitas ekonomi dan sosial masyarakat sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku.

“Probebaya adalah solusi untuk kebutuhan mendesak di tingkat bawah. Kita bangun parit-parit di gang yang selama ini mungkin luput dari pengawasan besar, sehingga sistem pembuangan air di lingkungan terkecil pun bisa terkoneksi dengan baik ke saluran utama,” tambah Sujono.

Melalui kombinasi antara rekayasa drainase modern di jalur utama dan optimalisasi pembangunan di tingkat RT, Pemerintah Kecamatan Samarinda Ulu optimis dapat mewujudkan lingkungan yang lebih tangguh terhadap ancaman banjir serta meningkatkan kualitas infrastruktur bagi seluruh warga.

Related posts

KAHMI Samarinda Berbagi Daging Kurban

natmed

2 Cincin Emas dan Uang Rp 5 Juta, Digasak Tetangga Sendiri

natmed

Asli Nuryadin Sebut Optimalisasi Anggaran Pendidikan Terganjal Birokrasi

Aminah