Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Kota Samarinda menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027. Target ini menitikberatkan pada pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, serta berkelanjutan.
Plh Asisten II Setda Samarinda sekaligus Kabag Ekonomi Pemkot Samarinda Nadya Turisna mengatakan prioritas utama adalah pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mandiri dan berkelanjutan.
“Prioritasnya harus tetap tumbuh, targetnya tadi ada 6,6 persen lebih. Kalau ekonomi sudah bagus, otomatis harus ada penurunan kemiskinan dan pengangguran. Rasio gini juga harus dijaga agar disparitas antara kaya dan miskin menurun,” ujarnya usai menghadiri Forum Lintas Perangkat Daerah penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Samarinda di Bappeda, Selasa 10 Maret 2026
Dalam forum yang membahas program prioritas ekonomi, Nadya menekankan pengendalian inflasi sebagai salah satu langkah strategis. Harga-harga yang terjaga memungkinkan masyarakat tetap memiliki daya beli, sehingga roda ekonomi terus bergerak.
“Pertumbuhan ekonomi itu salah satu yang lagi booming ini adalah pengendalian inflasi. Kalau inflasi terjaga, harga barang tetap terjangkau. Kalau masyarakat bisa beli, ekonomi jalan,” jelasnya.
Beberapa sektor unggulan pun menjadi fokus untuk mencapai target. Di bidang pertanian, produksi cabe, daging sapi dan unggas menjadi prioritas untuk menekan inflasi.
Sementara di perikanan, produksi ikan air tawar seperti lele dan nila diupayakan meningkat. Hal ini untuk memanfaatkan potensi lokal dan mendukung ketahanan pangan.
“Samarinda punya banyak pembudidaya ikan lele dan nila. Kita bisa swasembada kalau produksi digenjot,” kata Nadya.
Selain itu, pihaknya juga akan mendorong kolaborasi dengan koperasi dan UMKM untuk meningkatkan ekonomi lokal. Produk unggulan seperti pisang bungkal telah diolah menjadi keripik dan makanan tangan, sementara produk ekspor kini ditangani provinsi dengan pengeluaran SKA sebagai persyaratan administrasi.
Pencapaian pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 6,22 persen menurut BPS merupakan bukti keberhasilan strategi Pemkot Samarinda. Target ini lebih tinggi dari perkiraan awal yang hanya 5 persen, menunjukkan laju ekonomi Samarinda tetap stabil meski menghadapi tantangan inflasi dan distribusi produk pangan.
“Kalau dilihat dari 2025, kita berhasil mencapai 6,22 persen, lebih tinggi dari target. Artinya pertumbuhan tetap stabil. Untuk 2027, semua tergantung implementasi program prioritas yang kita rancang hari ini,” ucap Nadya.
