Samarinda, Natmed.id – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menilai implementasi digitalisasi transaksi keuangan di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda masih perlu dipercepat, baik pada sisi belanja daerah maupun penerimaan pendapatan.
Penggunaan sistem elektronik dalam transaksi keuangan daerah tidak hanya mempermudah proses administrasi, tetapi juga memperkuat pengawasan serta meminimalkan potensi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.
“Kalau belanja dan pendapatan sudah menggunakan sistem elektronik, dari sisi pengawasan tentu lebih mudah. Kita bisa melihat bagaimana hasil dari kegiatan itu secara elektronik,” jelasnya usai membuka High Level Meeting ETPD, di Ballroom Arutala Kantor Bapperida Kota Samarinda, Jumat 6 Maret 2026.
Ia menilai digitalisasi juga dapat menekan potensi kesalahan maupun penyimpangan dalam proses pengelolaan keuangan daerah.
“Kalau ini berjalan baik, kegiatan pemerintah daerah termasuk belanja dan pendapatan yang menggunakan sistem elektronik bisa lebih masif. Risiko yang melenceng dari harapan bisa jauh lebih kecil. Error-nya juga bisa diminimalkan,” katanya.
Selain membahas digitalisasi transaksi, pertemuan tersebut juga mengevaluasi capaian realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pelaksanaan belanja daerah secara nontunai yang telah berjalan sepanjang tahun anggaran 2025.
Saefuddin menjelaskan evaluasi tersebut dilakukan secara berkala setiap triwulan untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai target dan ketentuan yang berlaku.
“Evaluasi dilakukan bertahap mulai dari triwulan satu sampai triwulan empat. Jadi kita lihat bagaimana pemasukan daerah, pendapatannya seperti apa, kemudian belanjanya juga bagaimana,” ungkapnya.
Keberhasilan penerapan digitalisasi keuangan daerah juga sangat bergantung pada kesiapan sistem dan sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sistem serta peningkatan kapasitas aparatur sipil negara agar mampu menjalankan sistem transaksi digital secara optimal.
“Maka sistemnya harus mumpuni dan sumber daya manusianya juga harus siap. Kalau itu sudah berjalan baik, insyaallah semuanya bisa berjalan lebih efektif,” pungkasnya.
