Pendidikan

Komisi IV DPRD Desak Solusi Permanen untuk Banjir di SDN 012 Lok Bahu

Teks: Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi (kiri) dan Yakob Pangedongan (kanan) Saat Diwawancarai Selasa 3/3/26 (Natmed.id/sukri)

Samarinda, Natmed.id – Jajaran Komisi IV DPRD Kota Samarinda memberikan atensi serius terhadap persoalan infrastruktur pendidikan di wilayah pinggiran.

Hal ini ditegaskan saat peninjauan langsung ke SDN 012 Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, guna merespons laporan mengenai banjir yang terus melumpuhkan aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.

Kunjungan lapangan ini tidak hanya sekadar meninjau kerusakan, tetapi juga membawa misi koordinasi lintas sektor dengan mengundang langsung perwakilan Dinas Pendidikan Kota Samarinda untuk merumuskan solusi jangka panjang di lokasi.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ismail Latisi menekankan bahwa kondisi SDN 012 Lok Bahu merupakan potret hambatan bagi pencapaian kualitas pendidikan nasional.

Menurutnya, fasilitas pendidikan yang memadai adalah indikator utama dalam mencetak generasi unggul untuk menyongsong target Indonesia Emas 2045.

“Kualitas pendidikan yang didapat siswa itu berbanding lurus dengan fasilitas yang disediakan. Kita bicara masa depan anak bangsa, maka sarana belajar mereka harus menjadi prioritas utama pemerintah kota,” tegas Ismail saat diwawancarai setelah peninjauan di lokasi pada Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa gangguan proses belajar akibat banjir yang terjadi berulang kali sangat merugikan siswa. Apalagi jika intensitas hujan tinggi, debit air yang masuk ke ruang kelas bisa mencapai ketinggian yang membahayakan dan mengharuskan kegiatan sekolah dihentikan total.

Dalam diskusi bersama pihak sekolah dan dinas terkait, Ismail memaparkan beberapa poin rekomendasi untuk mengatasi masalah luapan air secara permanen.

Poin-poin tersebut meliputi, revitalisasi drainase terintegrasi, yaitu perbaikan tidak boleh hanya terfokus di dalam area sekolah, melainkan harus menyentuh sistem drainase di lingkungan sekitar agar aliran air tidak tertahan dan meluap ke gedung sekolah.

Lalu, pembangunan berbasis prioritas (rombel), mengingat keterbatasan anggaran daerah, Ismail mengusulkan opsi pembangunan atau rehabilitasi secara bertahap yang dimulai dari beberapa rombongan belajar (rombel) terlebih dahulu.

Selain itu, penyesuaian elevasi lantai sekolah dianggap sebagai solusi paling logis untuk mengantisipasi banjir yang sering kali merendam kawasan tersebut.

Di sisi lain, Anggota Komisi IV Yakob Pengedongan memastikan bahwa fungsi pengawasan DPRD tidak akan berhenti pada kunjungan seremonial belaka. Komisi IV berkomitmen untuk terus memonitor kinerja Dinas Pendidikan dalam menindaklanjuti temuan lapangan ini.

“Bagaimana anak-anak kita bisa belajar dengan tenang jika setiap hujan turun mereka dibayangi kekhawatiran banjir?. Kami di DPRD akan terus memberikan atensi, mendampingi, dan mengawasi setiap progres yang dilakukan pemerintah untuk SDN 012 Lok Bahu,” kata Yakob.

Pihak legislatif berharap pemerintah kota segera merumuskan anggaran dan langkah teknis yang paling tepat agar hak para siswa untuk mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman dapat segera terpenuhi.

Related posts

Enam Siswa Bontang Ikuti KSN

natmed

105 Peserta Ramaikan Lomba Mewarnai Tema Masjid Mekkah

Sahal

SMAN 16 Samarinda Lantik MPK-OSIS dan Anggota Paskibra di Hari Sumpah Pemuda

Intan