Politik

Lima Titik Rawan Longsor Jalan Tembus Sambutan Kembali Dianggarkan Tahun ini Rp5 Miliar

Teks: Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar Saat Ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Kamis 26/2/2026. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Jalan penghubung Merdeka–Pelita 3 (Sambutan) akan diperbaiki kembali. Jalur strategis sepanjang 2,8 kilometer itu kembali dianggarkan Rp5 miliar pada 2026 menyusul munculnya lima titik rawan longsor yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar menegaskan tambahan anggaran tersebut diarahkan untuk penataan lereng dan penguatan struktur tanah agar kerusakan tidak berulang.

“Beberapa fraksi sudah menyampaikan saat paripurna penetapan APBD bahwa jalan tembus ini harus tuntas di 2026. Informasi yang kami terima, ada usulan sekitar Rp5 miliar untuk penataan lereng dan penguatan. Kita ingin memastikan pekerjaannya aman dan tidak terulang lagi,” ujar Deni saat ditemui di DPRD Kota Samarinda, Kamis 26 Februari 2026.

Namun, Deni mengingatkan agar pendekatan tambal sulam dihentikan. Bila kebutuhan riil melebihi Rp5 miliar, maka harus disampaikan sejak awal agar penanganan dilakukan sekali dan tuntas.

“Kalau ternyata perlu Rp10 miliar agar benar-benar selesai, sampaikan. Jangan sedikit-sedikit diperbaiki lalu rusak lagi. Kita ingin setelah itu tinggal pengawasan,” tegasnya.

Jalan tembus Merdeka–Pelita 3 sebelumnya dibangun dengan anggaran sekitar Rp28,9 miliar dan diharapkan menjadi akses alternatif penting bagi warga Sambutan menuju Samarinda Utara dan sebaliknya. Namun, sejak diresmikan, kondisi geologis yang labil membuat jalan ini berulang kali bermasalah.

Pada Januari 2025, jalan tersebut sempat terputus total akibat longsor besar meski belum genap setahun digunakan. Sepanjang 2025, proyek ini beberapa kali masuk tahap perbaikan permanen yang ditargetkan rampung akhir tahun. Hingga Februari 2026, jalan memang sudah bisa dilalui kembali, tetapi masih berada dalam pemantauan ketat karena munculnya lima titik longsor baru.

Deni juga menyebut, Komisi III akan menjadwalkan pengecekan lapangan terhadap sejumlah proyek strategis lain di Samarinda yang dinilai bermasalah, termasuk Teras Samarinda, terowongan, kolam retensi, dan proyek infrastruktur kota lainnya.

“Kami ingin memastikan apa kendalanya, bagaimana progresnya, dan langkah lanjutan ke depan. Semua akan kami cek,” katanya.

Dengan riwayat kerusakan berulang dan tambahan anggaran yang kembali diusulkan, DPRD menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh atas perencanaan dan pelaksanaan proyek.

Related posts

Komisi lll DPRD Bontang Rancang Perda Pemberdayaan Lembaga Adat

natmed

Tyo Minta Pemprov Libatkan Dewan untuk Seleksi Direktur Perusda

natmed

PKS Kaltim Siapkan Strategi Politik dan Soliditas Kader

Paru Liwu