Samarinda

Puskesmas Harus Miliki Depo Oksigen Mandiri Lewat Kolaborasi CSR

Teks: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin Saat Diwawancarai,Senin,23/2/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur tengah menyiapkan langkah strategis untuk memutus rantai kendala logistik kesehatan di wilayah-wilayah penyangga.

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengungkapkan rencana besar untuk mewujudkan kemandirian ketersediaan oksigen di tingkat puskesmas melalui skema kolaborasi dengan sektor swasta.

Langkah ini diambil sebagai respons atas evaluasi mendalam terhadap penanganan kasus kegawatdaruratan di daerah yang jauh dari pusat kota.

Dalam keterangannya, Jaya Mualimin menyoroti tantangan geografis yang selama ini menjadi hambatan bagi puskesmas di wilayah seperti Batuah, Kutai Kartanegara.

Selama ini, faskes di wilayah tersebut sangat bergantung pada suplai oksigen dari pusat kota seperti Samarinda atau Tenggarong.

Jarak tempuh yang jauh dan waktu distribusi yang lama menjadi ancaman serius saat terjadi lonjakan pasien dengan gangguan pernapasan akut.

​”Memang kendala kita selama ini adalah jarak. Petugas harus membawa tabung kosong ke kota untuk diisi ulang, dan itu memakan waktu yang tidak sebentar di saat pasien membutuhkan penanganan cepat,” ungkap Jaya saat diwawancarai, Senin, 23 Februari 2026.

Selain itu, keterbatasan stok oksigen di tingkat Puskesmas sering kali memaksa petugas medis bekerja di bawah tekanan ketersediaan logistik yang menipis.

Sebagai unsur paling krusial dalam penanganan emergency seperti bronkopneumonia atau gagal napas, stabilitas pasokan oksigen tidak boleh terganggu oleh kendala transportasi.

Guna mengatasi keterbatasan anggaran daerah, Jaya berencana menggandeng perusahaan-perusahaan besar, khususnya di sektor pertambangan dan perkebunan yang beroperasi di sekitar wilayah kerja Puskesmas.

Pendekatan ini akan difokuskan pada pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk infrastruktur kesehatan.

“Kami akan memetakan perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah strategis dan menawarkan kolaborasi. Fokusnya bukan sekadar bantuan sekali pakai, melainkan pembangunan infrastruktur medis yang berkelanjutan,” tambahnya

Target utama dari kolaborasi ini adalah pengadaan unit Oxygen Generator atau pembangunan Depo Oksigen Mini di lokasi-lokasi strategis.

Dengan memiliki alat ini, Puskesmas tidak lagi perlu mengirimkan tabung kosong ke kota untuk diisi ulang, melainkan mampu memproduksi oksigen secara mandiri di lokasi.

Manfaat jangka panjang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di desa atau kelurahan. Selain itu, memungkinkan tim medis melakukan intervensi oksigenasi dosis tinggi secara berkelanjutan pada pasien kritis tanpa khawatir kehabisan stok.

Kemudian, dapat mengurangi biaya operasional transportasi logistik oksigen secara signifikan dalam jangka panjang.
Jaya Mualimin berharap inisiatif ini dapat menjadi pilot project bagi wilayah lain di Kalimantan Timur.

Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan dapat menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih tangguh, terutama dalam menghadapi potensi ancaman penyakit pernapasan yang memerlukan penanganan cepat di garis depan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Harapan saya, dengan kemandirian ini, setiap nyawa yang kritis bisa kita selamatkan lebih awal karena alat dan logistiknya sudah siap di depan mata,” pungkasnya.

Related posts

PHM Mempererat Silaturahmi dengan Media Massa Melalui Buka Puasa Bersama

Irawati

Wali Kota Samarinda Bakal Buat Larangan Bawa HP Bagi Siswa PAUD, SD, SMP 

Muhammad

Pemkot Samarinda Operasikan 5 Instalasi Air Bersih, Andi Harun: Layanan Dasar Tak Boleh Terhenti

Sukri