Kalimantan Timur

Komisi Infokom MUI Kaltim Susun Jobdesk, Fokuskan Dakwah Digital Selama Ramadan

Teks: Koordinator Komisi Infokom MUI Kaltim, Selamat Said Sanib Saat Menyampaikan Terkait Pentingnya Pembagian Jobdesk (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id — Penyusunan pembagian tugas dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan kerja-kerja dakwah digital berjalan terarah dan tidak hanya mengandalkan semangat. Hal tersebut menjadi fokus dalam rapat Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digitalisasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur (MUI Kaltim) menjelang bulan suci Ramadan.

Koordinator Komisi Infokom MUI Kaltim Selamat Said Sanib mengatakan pembagian jobdesk diperlukan agar setiap anggota memahami peran dan tanggung jawabnya secara jelas dalam menjalankan fungsi dakwah di ruang digital.

“Kerja-kerja kita tidak bisa hanya mengandalkan semangat. Harus ada jobdesk yang jelas supaya masing-masing tahu apa yang menjadi tanggung jawabnya,” ujarnya saat rapat internal Komisi Infokom MUI Kaltim di Samarinda, Selasa 17 Februari 2026.

Menurutnya, Komisi Infokom MUI Kaltim bekerja dengan pendekatan semangat “mujahid digital”, yakni berjuang melalui pemikiran, tenaga, dan idealisme, meski dengan keterbatasan anggaran. Karena itu, struktur kerja yang rapi dinilai menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan organisasi.

“Barisan yang rapi itu harus tahu tugasnya. Dengan pembagian peran yang jelas, kerja-kerja dakwah bisa lebih terukur dan saling menguatkan,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut Komisi Infokom MUI Kaltim membagi tujuh bidang kerja, meliputi media dan publikasi, konten dakwah dan digital, IT dan website, monitoring isu dan analisis media, dokumentasi dan hubungan pers, database serta digitalisasi arsip, hingga desain grafis dan multimedia.

Bidang media dan publikasi diarahkan untuk mengekspos seluruh kegiatan komisi-komisi MUI, baik melalui media internal maupun distribusi siaran pers. Sementara bidang konten dakwah dan digital difokuskan pada produksi konten selama Ramadan, termasuk pengembangan podcast dakwah dan program edukatif berbasis daring.

Selain produksi konten, Komisi Infokom juga menargetkan penguatan basis data umat melalui pendataan majelis taklim, pesantren, dan masjid di Kaltim sebagai bagian dari digitalisasi arsip.

Untuk jangka pendek, Selamet menekankan pentingnya pengisian ruang digital selama Ramadan tanpa ketergantungan pada anggaran besar. Adapun untuk jangka menengah, Komisi Infokom merancang program ekspos tokoh dakwah serta profil pesantren yang selama ini minim publikasi.

Selamet juga mengingatkan agar dakwah digital tetap mengedepankan etika, dengan membedakan peran sebagai motivator yang mencerahkan, bukan provokator yang berpotensi memecah belah umat.

Related posts

Kemenag RI Luncurkan Qur’an Isyarat yang Mudah Diakses Melalui Website

Laras

DTPH Paser Canangkan Sentra Hortikultura di Setiap Kecamatan

Yunus Budi Kartika

Rudy Minta ASN Jadi Garda Terdepan Pelayanan Publik yang Adaptif dan Solutif

Aminah

Leave a Comment