Banten, Natmed.id – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) mengisi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 dengan menggelar seminar nasional membahas peran pers dan hak asasi manusia (HAM) dalam mendukung agenda Indonesia Emas 2045.
Seminar tersebut akan digelar pada hari ini, Minggu, 8 Februari 2026, di Hotel Horison Ultima Ratu, Serang, Banten.
Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, mengatakan seminar nasional ini dirancang untuk mengaitkan visi besar pembangunan Indonesia Emas 2045 dengan prinsip penghormatan terhadap HAM, khususnya dari perspektif peran pers sebagai pilar demokrasi.
“Seminar nasional besok akan membahas bagaimana pers berperan menopang Indonesia Emas 2045 berbasis penghormatan terhadap HAM. Kita akan menghadirkan Wakil Menteri HAM sebagai pembicara utama,” ungkap Teguh Santosa usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) JMSI di Serang, Sabtu, 7 Februari 2026, di Kopi Jalu.
Menurut Teguh, tema tersebut menjadi semakin relevan karena Indonesia baru saja terpilih sebagai Presiden Komisi HAM Dunia. Posisi tersebut dinilainya sebagai capaian strategis yang memberi peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih signifikan dalam isu HAM di tingkat global.
“Ini posisi yang prestisius. Indonesia punya kesempatan lebih besar untuk menunjukkan kepemimpinan di bidang HAM di panggung internasional. Karena itu, diskusi tentang pers dan HAM menjadi sangat penting,” urainya..
Selain Wakil Menteri HAM Republik Indonesia Mugiyanto Sipin, seminar nasional ini juga akan menghadirkan sejumlah narasumber lain, di antaranya Satria Utama Batubara (Akademisi Universitas Muhammadiyah Riau) dan Hendrayana (Ahli Hukum Dewan Pers).
Teguh menambahkan, seminar nasional tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-6 JMSI yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga reflektif dan substantif terhadap peran pers dalam kehidupan demokrasi.
Pada malam harinya, JMSI akan menggelar acara puncak peringatan HUT ke-6 yang rencananya dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Koperasi, Menteri Agama, Wakil Menteri HAM, serta Wakil Menteri Haji.
Dalam acara puncak tersebut, JMSI juga akan menganugerahkan Golden Leader Award kepada sejumlah kepala daerah dan tokoh terpilih yang dinilai memiliki kepemimpinan berdampak dan mampu mengeksekusi kebijakan secara nyata untuk kepentingan publik.
“Golden Leader kami maknai sebagai pemimpin emas. Bukan sekadar menjabat, tetapi pemimpin yang kebijakannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terangnya.
Selain itu, ungkap Teguh penerima anugerah tidak hanya berasal dari kalangan kepala daerah, tetapi juga dari sektor lain seperti kementerian dan dunia usaha, termasuk perbankan dan industri, yang dinilai berkontribusi nyata bagi pembangunan.
Melalui rangkaian kegiatan HUT ke-6 ini, Teguh berharap JMSI dapat terus mengambil peran strategis dalam mendorong pers yang profesional, beretika, dan berkomitmen mengawal pembangunan nasional agar tetap sejalan dengan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.
“Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya bicara pertumbuhan ekonomi. Pers harus ikut memastikan pembangunan berjalan dengan menghormati HAM dan nilai-nilai demokrasi,” pungkasnya.
