Samarinda, Natmed.id — Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Samarinda Ni Made Adnyani menegaskan pentingnya membangun budaya riset kolaboratif bagi siswa melalui seminar dan program rutin mingguan. Menurut Made, kegiatan ini memberi ruang bagi siswa untuk belajar riset secara kolaboratif, berinteraksi dengan akademisi, peneliti, teknokrat dan perwakilan pemerintah, serta memotivasi mereka menjadi generasi peneliti unggul.
Made menjelaskan, program riset kolaboratif di SMA 10 terintegrasi dalam intrakurikuler dan baru dilaksanakan sejak Januari 2026. Seminar ini digelar setiap minggu untuk setiap kelas, di mana siswa kelas 10 mengikuti kegiatan pada jam 14.00–15.30, sedangkan kelas 11 dijadwalkan pada hari Kamis dengan jam yang sama.
“Hari ini seminar fokus pada peran pemerintah dalam pembangunan daerah berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan memberi inspirasi bagi siswa agar bisa melakukan riset sosial maupun humaniora secara kolaboratif,” ujar Made, Rabu 4 Januari 2026.
Seminar di SMAN 10 Samarinda rutin menghadirkan pemateri dari berbagai pihak. Selain perwakilan pemerintah, sekolah pernah menghadirkan organisasi yang mengembangkan riset terkait tanaman organik, serta lembaga pendidikan lainnya. Minggu depan seminar akan diisi oleh pemateri dari Fakultas Ilmu Bahasa Universitas Mulawarman (Unmul).
Riset kolaboratif menekankan fleksibilitas tema sesuai kebutuhan siswa, mulai dari bidang sains, sosial, hingga humaniora. Made menegaskan, inti program ini adalah melatih siswa bekerja dalam kelompok berkolaborasi dengan teman, guru, maupun instansi terkait.
“Yang penting siswa berlatih melakukan riset. Produk akhirnya diharapkan lahir para peneliti muda,” tambahnya.
Selain memberi pengalaman riset, kegiatan ini juga menyiapkan siswa untuk peluang belajar ke luar negeri. Kepsek Made juga berharap program ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa SMAN 10 Samarinda, tetapi juga mengundang partisipasi berbagai pihak di Samarinda maupun luar kota untuk ikut serta dalam seminar riset kolaboratif yang rutin digelar setiap minggu.
