Kalimantan Timur

Ketua Arsada Kaltim Ungkap Beratnya Tantangan RSUD, SDM Terbatas hingga Tekanan Regulasi

Teks: Para Pengurus ARSADA Priode 2025-2029 yang dilantik (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id — Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) Martina Yulianti mengungkapkan bahwa rumah sakit umum daerah (RSUD) saat ini berada dalam situasi yang tidak mudah. Berbagai persoalan mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, regulasi pusat yang ketat, hingga keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan serius yang dihadapi rumah sakit daerah.

Martina menegaskan, RSUD sejatinya memegang peran vital sebagai fasilitas kesehatan rujukan di daerah. Namun peran strategis tersebut dihadapkan pada tekanan yang semakin kompleks seiring perubahan kebijakan dan standar layanan kesehatan. Pernyataan itu disampaikannya dalam sambutan pada acara pelantikan Pengurus Arsada Wilayah Kaltim, Rabu 4 Februari 2026.

“RSUD memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan, tetapi saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat,” kata Martina.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan krusial adalah pemenuhan standar input rumah sakit, khususnya terkait ketersediaan dan kualitas tenaga kesehatan. Kebutuhan dokter spesialis dengan kompetensi tertentu menjadi tuntutan yang harus dipenuhi sesuai regulasi terbaru dari Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, apabila standar tersebut tidak terpenuhi, RSUD berpotensi dinilai tidak kompeten. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada mutu layanan, tetapi juga dapat memengaruhi kerja sama rumah sakit dengan BPJS Kesehatan.

Di sisi lain, Martina menilai regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat masih menjadi beban tambahan bagi rumah sakit daerah. RSUD harus tunduk pada berbagai aturan administratif yang juga diberlakukan kepada perangkat daerah nonpelayanan, sehingga memperberat beban operasional rumah sakit.

Masalah lain yang turut disoroti adalah kebijakan pembatasan tenaga non-aparatur sipil negara (ASN). Sementara pembiayaan tenaga medis melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tidak seluruhnya mampu dipenuhi oleh RSUD.

“Tidak semua RSUD memiliki kapasitas keuangan yang cukup untuk membiayai tenaga spesialis secara mandiri,” ujarnya.

Melalui momentum pelantikan Arsada Kaltim ini, Martina berharap terjalin komunikasi dan solidaritas yang lebih kuat antarrumah sakit daerah di Kaltim, sehingga berbagai persoalan dapat dihadapi secara bersama.

Ia juga mengharapkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan, terutama dalam pemenuhan standar input, penyesuaian regulasi, serta dukungan anggaran, agar RSUD dapat lebih fokus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kaltim.

Related posts

Safrizal: Peran Media Siber Sangat Diperlukan Indonesia Menuju Endemi Covid-19

Yunus Budi Kartika

Kemarau Ancam Harga Pangan di Kukar

Muhammad

Eksis Hingga Tahun ke-6, Infosatu.Co Berpotensi Kian Melejit Hingga Miliki Sukri Institute

Aras Febri

Leave a Comment