National Media Nusantara
Kalimantan Timur

HUT PU ke-80, Kaltim Prioritaskan Infrastruktur Mendesak

Teks: Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji

Samarinda, Natmed.id – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menegaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum (PU) harus fokus pada pengabdian dan sinergi antarlembaga (balai, provinsi, kabupaten/kota) demi menjaga infrastruktur yang merupakan kunci utama perekonomian. Hal ini disampaikan Seno Aji di sela perayaan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 di halaman Kantor Dinas PUPR Kaltim, Rabu 3 Desember 2025.

Seno Aji menyoroti pentingnya sinkronisasi antara proyek jalan dan drainase untuk menghindari pembongkaran berulang, serta meminta semua pihak untuk saling menjalin komunikasi demi pelayanan publik yang efektif.

“Kami sampaikan antara Balai PU kemudian Dinas PU Provinsi, kabupaten/kota itu selalu sinergi bersama-sama supaya infrastruktur Kalimantan Timur ini terjaga dengan baik dan meningkat. Jangan sampai tidak sinkron antara drainase dan jalan,” tegas Seno Aji.

Wagub Seno mengakui adanya dampak besar dari pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD). Anggaran Dinas PUPR Kaltim diproyeksikan turun drastis di bawah Rp1 triliun pada tahun 2026, jauh dari rata-rata tahunan yang mencapai Rp2 triliun hingga Rp4 triliun.

Untuk menyiasati hal ini, Seno Aji menyebutkan bahwa Dinas PU harus memaksimalkan anggaran pada proyek yang paling mendesak. Jalan yang kondisinya masih baik (di atas 85 persen) akan ditunda pelapisan aspalnya dan fokus dialihkan untuk memperbaiki jalan yang kondisinya sangat buruk (di bawah 60 persen).

Meskipun terjadi pemangkasan anggaran, Seno Aji memastikan bahwa pembangunan jalan di Mahakam Ulu (Mahulu) tetap menjadi prioritas dan tidak dikurangi.

“Ke Mahulu masih ada anggarannya, tahun depan Rp100 miliar. Kalau itu tetap,” jelas Seno Aji.

Dengan tambahan alokasi dari Kementerian PU sekitar Rp420 miliar, ia menargetkan jalan di Mahulu, hingga Ujoh Bilang akan tuntas dan mulus pada akhir tahun 2026.

Selain infrastruktur, Wagub Seno Aji juga menyinggung isu ketenagakerjaan dan investasi. Mengenai upah minimum provinsi (UMP), ia menyatakan akan segera menanyakan peluncuran resminya dan membahas kenaikannya bersama Apindo, perwakilan serikat pekerja/buruh, serta Dinas Tenaga Kerja, dengan mempertimbangkan evaluasi tingkat ekonomi daerah.

Di sektor investasi, Kaltim saat ini menarik perhatian besar dari investor di bidang energi baru terbarukan (EBT), khususnya pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

“Saat ini yang banyak masuk ke kita adalah PLTSa. Sudah ada tiga kompetitor yang ingin berinvestasi di Kaltim dan ketiga-tiganya sangat menarik, kita diberikan pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup signifikan. Besok kita akan beauty contest dengan mereka,” tutup Seno Aji.

Related posts

Buaya Riska, Dari Ancaman menjadi Atraksi Wisata Unggulan Kota Bontang

Intan

Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, KalaFest 2025 Resmi Digelar

Nanda

Apel Terakhir, Isran Noor Sampaikan Pesan Penuh Semangat

Muhammad

You cannot copy content of this page